Tidak ada yang bersin dan batuk saat itu, tetapi penularan virus corona tetap terjadi sejauh 4,6 meter. Padahal, droplet hanya bisa pindah maksimal 2 meter.
Penularan mencakup satu blok meja saja (1 blok terdiri atas 3 meja makan). Tiga blok meja lainnya yang berada di kanan blok tersebut tidak ada yang terinfeksi Covid-19.
Ternyata, setelah diselidiki, ini ada “campur tangan” dari sirkulasi pendingin ruangan di blok tersebut. Karena pendingin mengeluarkan udara yang lurus ke arah blok itu, maka penularan hanya terjadi di blok meja itu saja.
Perlu diketahui, restoran tersebut memiliki sirkulasi yang buruk, tidak ada jendela, dan pintunya hanya dibuka sesekali.
Lalu, penularan virus corona melalui udara juga dapat terjadi dalam prosedur medis tertentu. Misalnya, penggunaan nebuliser, tindakan bronkoskopi, intubasi, prosedur gigi, dan prosedur oral lainnya.
Dokter Alvin Nursalim, Sp.PD mengatakan kepada KlikDokter, “Ya, ada kemungkinan airborne, tetapi bukan berarti physical distancing diabaikan, ya. Toh, penularan droplet memang sudah terbukti.”
“Kalau ditanya apa lebih berbahaya atau tidak, tentunya ini lebih berbahaya karena jauh lebih mudah penyebarannya. Sirkulasi dalam ruangan jadi penting banget. Aktivitas outdoor dengan sirkulasi udara yang baik bisa jadi pilihan, tapi bukan berarti boleh pesta atau kumpul-kumpul outdoor seenaknya,” kata dr Alvin.





Komentar tentang post