Penularan Lewat Udara
Tak cuma droplet, mikrodroplet kini juga wajib diwaspadai. Ini adalah partikel pernapasan berukuran sangat kecil, yaitu berdiameter 5 mikron atau kurang. Partikel ini biasanya dikeluarkan saat bernapas, berbicara, tertawa, dan bernyanyi.
Karena kecil dan ringan, partikel ini tetap melayang di udara dan kemudian dihirup oleh orang lain. Konsepnya mirip asap rokok. Ini berbeda dengan tetesan pernapasan yang lebih besar dan berat (droplet) yang jatuh dengan cepat ke tanah.
Dengan terbuktinya penularan virus corona lewat udara, Prof. Lidia Morawska dari Queensland University of Technology mengatakan kepada WHO, anjuran untuk physical distancing sejauh 1,5 meter tak lagi cukup untuk mencegah penularan Covid-19.
Selain itu, mereka juga belum mengetahui secara pasti berapa lama virus tersebut dapat bertahan di udara.
Menurut mereka, virus SARS-CoV-2 tersebut bisa berjam-jam ada di udara. Namun, ada juga peneliti yang mengatakan virus mengalami inefektivitas selama satu jam atau lebih di dalam ruangan.
Salah satu penelitian di Tiongkok menggambarkan kondisi di mana virus corona menyebar lewat udara. Lewat deskripsinya, ada sebuah restoran indoor di sana yang punya beberapa pendingin ruangan. Karena ada empat blok meja, maka ada empat pendingin ruangan.





Komentar tentang post