Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menegaskan bahwa penguatan kesehatan mental mahasiswa menjadi bagian penting dari misi UNG sebagai kampus unggul dan berkarakter. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan ketahanan mental agar mahasiswa mampu berkembang secara utuh.
“Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka juga perlu memiliki ketahanan mental dan emosional yang kuat. Melalui workshop ini, UNG ingin membangun sistem pendampingan yang empatik dan saling mendukung antar mahasiswa”.
Lebih lanjut, Prof. Hafidz menilai kehadiran konselor sebaya akan memperkuat ekosistem kesejahteraan mahasiswa di kampus. Para konselor ini nantinya diharapkan menjadi jembatan antara mahasiswa dan pihak kampus dalam mengatasi berbagai persoalan pribadi maupun akademik. Dengan adanya dukungan semacam ini, mahasiswa dapat merasa lebih diterima dan aman secara psikologis di lingkungan kampus.




