Senin, September 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

World Oceans Day, Karang Dunia Sedang Mengalami Pemutihan Masal

redaksi
8 Juni 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
World Oceans Day, Karang Dunia Sedang Mengalami Pemutihan Masal

Gambar ini menunjukkan karang sebelum, selama, dan setelah peristiwa pemutihan. Jika suhu air tetap terlalu tinggi dalam jangka waktu yang lama, karang akan mati dan berubah warna menjadi coklat keruh. FOTO: The Ocean Agency/The Ocean Image Bank

Darilaut – Dua organisasi penelitian terkemuka beberapa minggu yang lalu mengkonfirmasi apa yang telah lama dipikirkan para ilmuwan: terumbu karang perairan hangat di dunia mengalami pemutihan (bleaching) massal untuk keempat kalinya dalam 25 tahun.

Untuk memperingati Hari Laut Sedunia (World Oceans Day) jatuh pada tanggal 8 Juni, dan acara tahun 2024 dirayakan pada tanggal 7 Juni, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) mengangkat fenomena pemutihan karang.

Karang adalah kumpulan ratusan ribu hewan kecil. Seringkali warnanya berubah-ubah, menjadi pucat pasi saat sedang stres, yang bisa menjadi pertanda kematian mereka.

Para ilmuwan yakin bahwa kenaikan suhu lautan, yang sebagian disebabkan oleh perubahan iklim, sebagai penyebab terjadinya pemutihan terbaru, yang terjadi mulai dari Panama hingga Australia – dan kondisinya semakin memburuk.

Para ahli mengatakan karang merupakan salah satu ekosistem yang paling rentan di planet ini terhadap perubahan iklim. Kota-kota bawah laut ini, yang merupakan tempat hidup 25 persen kehidupan laut, mungkin akan hilang pada akhir abad ini.

“Hilangnya karang akan menjadi tragedi nyata dari sudut pandang keanekaragaman hayati dan ekonomi,” kata Leticia Carvalho, Kepala Cabang Kelautan dan Air Tawar dari UNEP.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: coral bleachingEl Ninopemutihan karangPerubahan IklimSuhu Permukaan LautUNEP
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ada di Teluk Tomini Hiu Paus Belum Terlihat di Botubarani

Next Post

Karang yang Bertahan Terhadap Perubahan Iklim

Postingan Terkait

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

21 September 2026
Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

21 September 2026

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Next Post
Karang yang Bertahan Terhadap Perubahan Iklim

Karang yang Bertahan Terhadap Perubahan Iklim

TERBARU

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Herman Terbentuk di Selatan Barat Daya Jakarta

Catatan Tsunami Non Tektonik di Indonesia

Sudah Seminggu Hiu Paus Menetap di Botubarani, Gorontalo

Pemerintah Perketat Pengawasan Solar

Pamali Gurita dan Menabung Lobster di Kepulauan Aru

Pemerintah Kota Gorontalo Antisipasi Dampak Kemarau Panjang dan Angin Kencang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.