Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Bisnis dan Investasi

2023, Perekonomian Indonesia Diprediksi Masih Positif

redaksi
2 Januari 2023
Kategori : Bisnis dan Investasi
0
Kota Gorontalo Prioritas Penggunaan Produk UMKM dan Koperasi

Usaha kecil di Kota Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Menurut Pihri berdasarkan pengalaman krisis moneter 1997-1998, terdapat kombinasi neraca keuangan pemerintah dalam kondisi surplus (positif) sementara neraca keuangan swasta negatif ini menyebabkan krisis.

Artinya, neraca swasta domestik bisa menjadi faktor penting untuk melihat datangnya instabilitas perekonomian karena krisis moneter di Asia salah satunya dipicu oleh defisit neraca swasta domestik.

Menurut Pihri Indonesia harus berhati-hati karena masih ada potensi instabilitas shock dari luar. Salah satu sumbernya adalah hutang pemerintah. Jika melihat hutang Indonesia masih rendah tapi meningkat terus.

“Saya rasa bukan masalah rasio hutang aman atau tidak, negara maju rata rata hutangnya 100 persen. Negara berkembang dibawah 50. Artinya negara maju itu tingkat hutang pemerintahnya juga tinggi,” katanya.

“Tapi yang perlu diperhatikan adalah komposisi hutang itu dominasi uang asing atau domestik.”

Indonesia walaupun memiliki rasio hutang rendah akan tetapi jumlah mata uang asing cukup tinggi sebesar 30 persen.

“Kita harus berhati-hati ini menjadi salah satu resiko instabilitas makro ekonomi, sebaiknya untuk mengurangi ketidakpastian pembiayaan obligasi dalam mata uang lokal,” ujarnya.

Di sisi lain, Pihri juga sudah memproyeksi skenario pertumbuhan ekonomi terburuk terutama jika terjadi perang nuklir. Selain itu ditambah lagi jika proyek ekonomi Tiongkok mengalami stagnan hingga negatif, maka ekonomi Indonesia berpeluang akan mengalami resesi.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: BRINResesi 2023UMKM
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Universitas Negeri Gorontalo Beradaptasi di Tengah Krisis

Next Post

Harapan Pembangunan Pohuwato 2023

Postingan Terkait

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

6 Juni 2026
Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

6 Juni 2026

Penyumbang Ekspor Terbesar Provinsi Gorontalo Pelet Kayu, Bukan Jagung dan Ikan

Tahun 2025 Ekspor Pelet Kayu Asal Provinsi Gorontalo Meningkat Menjadi 313,9 Ribu Ton

Komoditas Perikanan Penyumbang Inflasi Provinsi Gorontalo Januari 2026

Inflasi Provinsi Gorontalo 4,53 Persen, Harga Berbagai Komoditas Januari 2026 Naik

Mahasiswa UNG Buka dan Kembangkan Usaha Rintisan Caveins Coffee

Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo Naik, Tertinggi di Indonesia Timur

Next Post
Harapan Pembangunan Pohuwato 2023

Harapan Pembangunan Pohuwato 2023

Komentar tentang post

TERBARU

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Masih Lebih Dari 1000 km Topan Super Bavi Sudah Mengganggu di Taiwan dan Cina Timur

Kapal Kargo Tenggelam di Laut Jepang

Ketegangan di Selat Hormuz Berdampak Ekonomi Global dan Krisis Pembelajaran di Timur Tengah

Rumah Sakit Kewalahan Menangani Penyakit Akibat Gelombang Panas di India

Gempa Dasar Laut Bolmong M6,0 Akibat Aktivitas Zona Penunjaman Ganda Punggungan Mayu

Masuk 1 Mil di Perairan Indonesia, Kapal Ikan Malaysia Ditangkap

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.