“Dulu blockchain digunakan untuk sistem keamanan mata uang kripto. Selama beberapa tahun, blockchain terbukti mampu memberikan kenyamanan bertransaksi, karena itulah blockchain mulai dilirik industri keuangan konvensional,” katanya.
Yang tak kalah penting adalah connection convergen. Menurut Ryan, inovasi tersebut mengandalkan layanan internet dan broadband berkecepatan tinggi. Hasilnya, video call lewat berbagai perangkat semakin jernih dan tampak realistis.
Dengan meningkatnya kualitas teknologi ini, kata Ryan, para akuntan bisa menjangkau klien dari tempat manapun, tanpa harus datang ke lokasi klien akuntan tetap bisa memberikan solusi efektif. Bahkan, akuntan dan klien mempunyai banyak waktu untuk berdiskusi.
Poin keempat, menurut Ryan, adalah teknologi big data analytics yang merupakan sebutan untuk data yang bergerak terlalu cepat, berkapasitas melebihi batasan normal, serta membutuhkan sistem terintegrasi untuk mengelolahnya.
Di masa depan big data analytics menjadi alat pengambil keputusan utama bagi perusahaan, pengambil keputusan dilakukan dengan software terbaru, seperti hive dan pig.
Oleh karena itu, akuntan profesional tidak perlu lagi menggunakan aplikasi sejenis excel sebagai alat analisis. Big analis data menjadi sumber baru data nonfinansial.





Komentar tentang post