Linimasa di Indonesia langsung riuh. Ada yang percaya, memuji, dan mengagumi sosok Audrey, tapi tak sedikit pula yang curiga.
Belakangan, setelah ditelusuri para pemeriksa fakta, informasi tentang Audrey Yu tidaklah benar atau merupakan informasi palsu. Audrey Yu diketahui tidak bekerja di NASA dan tidak pula bertemu presiden Jokowi saat KTT G20, apalagi ditawari kerja di BPPT atau calon menteri. Namun Informasi itu sudah kadung menyebar dan membuat sesama warga negara Indonesia saling caci linimassa.
Di Amerika Serikat, sebuah video tentang dahsyatnya wabah Covid-19 juga ramai jadi perbincangan di sosial media. Video yang memperlihatkan puluhan mayat berserakan di Brooklyn diklaim membuat komunitas Arab di Amerika Serikat kewalahan memakamkannya. Akibatnya mayat-mayat itu diletakkan begitu saja di ruang kantor dan menunggu antri untuk dimakamkan.
Alhasil, video itu membuat panik warga satu kota dan berhamburan menuju pusat perbelanjaan memborong semua kebutuhan makanan. Dalam waktu tak kurang dari tiga jam, semua kebutuhan makanan habis dibeli. Bahkan kebutuhan yang tidak dibutuhkan pun ikut dibeli. Informasi itu membuat masyarakat melakukan aksi panic buying. Belakangan informasi tersebut juga diketahui palsu dan tidak benar.
Di Srilanka, Informasi seorang pria beragama Buddha sengaja menabrak seorang perempuan muslim hingga tewas ramai beredar di sosial media. Informasi itu lalu memunculkan pesan berantai yang beredar melalui aplikasi pengiriman pesan jika umat muslim akan menyerang kuil buddha sebagai bentuk balasan. Pesan berantai itu lalu memicu aksi kekerasan antar umat beragama di Srilanka. Beberapa kota di negara itu dilaporkan bereaksi akibat informasi tersebut dan berakhir pada aksi kekerasan. Belakangan informasi terkait insiden itu lagi-lagi merupakan kabar bohong dan palsu.




