“Tidak ada pabrik es, sehingga nelayan kesulitan mendapatkan es batu untuk melaut,” kata Haji Tolleng.
Fasilitas pabrik es mestinya menjadi satu paket pembangunan TPI Labuan Bajo sehingga fungsi pelayanan TPI bisa optimal. Karena ketiadaan pabrik es, nelayan membeli es dari rumah tangga dnegan kualitas yang tidak begitu baik.
“Es dari kulkas rumah tangga hanya bertahan 2 jam, dan sangat pengaruhi kualitas ikan yang ditangkap nelayan,” katanya.
Koordinator Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa, Moh Abdi Suhufan mengatakan, pihak ASDP dan pemerintah daerah Manggarai Barat, mesti segera melengkapi dan menyediakan fasilitas pokok TPI Labuan Bajo.
“Konsep TPI terpadu sangat baik, kalo sarana yang ada segera dilengkapi dan pemerintah daerah segera menunjuk pengelola dan manajemen TPI dilengkapi dengan SOP pengelola,” kata Abdi.
Posisi dan peran TPI Labuan Bajo sangat strategis dengan kualitas bangunan yang baik. Keluhan nelayan Labuan Bajo tentang kebutuhan es balok mesti direspon secara cepat oleh pihak terkait karena es balok merupakan kebutuhan vital nelayan yang akan mempengaruhi kualitas hasil tangkapan.
”Pemerintah daerah mesti menjaga kualitas ikan yang didaratkan dan dijual di TPI Labuan Bajo, pabrik es atau cold storage skala kecil mesti segera dibangun karena menjadi kebutuhan mendesak saat ini,” ujar Abdi.*





Komentar tentang post