IUU Fishing Diduga Penyebab Laporan Produksi Tuna dan Cakalang Tidak Signifikan

Ikan cakalang. FOTO: DARILAUT.ID

JUMLAH produksi ikan cakalang lebih besar jika dibandingkan dengan produksi ikan tuna.

Sejak tahun 2000 hingga 2015, produksi hasil tangkapan ikan tuna dan cakalang di Indonesia secara keseluruhan terus mengalami peningkatan.

Tulisan ini bersumber dari Maulana FirdausProfil Perikanan Tuna dan Cakalang di Indonesia.” Buletin Ilmiah “MARINA” Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2018.

Peningkatan produksi ikan tuna dan cakalang menunjukkan bahwa tingginya tingkat permintaan terhadap kedua komoditas perikanan tersebut.

Meskipun jumlah produksi ikan tuna lebih kecil dibandingkan dengan ikan cakalang, namun untuk nilai produksinya memiliki nilai yang lebih tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa harga satuan ikan tuna memiliki nilai yang lebih besar. Untuk harga satuan ikan tuna rata-rata dalam kurun waktu tahun 2000 – 2016, sebesar Rp 14.260.000/ton dan untuk ikan cakalang sebesar Rp 8.889.000/ton.

Secara agregat nilai komoditas ikan tuna dan cakalang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan signifikan terjadi pada kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir yang mencapai kisaran 40 persen.

Adapun alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di Indonesia untuk menangkap ikan tuna dan cakalang sangat beragam.

Berdasarkan data statistik perikanan tangkap, terdapat 6 jenis kelompok alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan tuna dan cakalang.

Kelompok (1) rawai Tuna (Tuna long line), (2) rawai hanyut selain rawai Tuna (drift longline othe than Tuna long line), (3) rawai tetap (set long line). Kemudian, kelompok (4) huhate (skipjack pole and line) dan (5) pancing tonda (troll line).

Kelompok (6) pancing yang lain (other pole and line) termasuk didalamnya adalah pancing ulur (handline) yang biasa digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan tuna dan cakalang.

Selain itu, perusahaan penangkapan ikan tuna dan cakalang skala besar pada umumnya juga menggunakan alat tangkap pukat cincin (purse seine).

Sebagai penutup, peningkatan produksi ikan tuna dan cakalang menunjukkan bahwa tingginya tingkat permintaan terhadap kedua komoditas perikanan tersebut.

Hasil kajian menunjukkan bahwa kenaikan jumlah alat tangkap dalam suatu periode belum tentu berdampak terhadap peningkatan hasil tangkapan ikan tuna dan cakalang.

Hal ini menunjukkan bahwa besarnya jumlah produksi tangkapan ikan tuna dan cakalang tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah alat tangkap tetapi terdapat faktor lainnya, seperti penggunaan armada penangkapan, sifat musiman penangkapan dan jumlah pelaku penangkapan.

Faktor illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing diduga menjadi salah satu penyebab pelaporan secara statistik jumlah produksi tuna dan cakalang tidak signifikan dengan kenaikan jumlah alat tangkap yang digunakan.*

Maulana Firdaus “Profil Perikanan Tuna dan Cakalang di Indonesia.” Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jakarta. Buletin Ilmiah “MARINA” Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 4 No.1 Tahun 2018: 23-32.

Exit mobile version