Kelompok (1) rawai Tuna (Tuna long line), (2) rawai hanyut selain rawai Tuna (drift longline othe than Tuna long line), (3) rawai tetap (set long line). Kemudian, kelompok (4) huhate (skipjack pole and line) dan (5) pancing tonda (troll line).
Kelompok (6) pancing yang lain (other pole and line) termasuk didalamnya adalah pancing ulur (handline) yang biasa digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan tuna dan cakalang.
Selain itu, perusahaan penangkapan ikan tuna dan cakalang skala besar pada umumnya juga menggunakan alat tangkap pukat cincin (purse seine).
Sebagai penutup, peningkatan produksi ikan tuna dan cakalang menunjukkan bahwa tingginya tingkat permintaan terhadap kedua komoditas perikanan tersebut.
Hasil kajian menunjukkan bahwa kenaikan jumlah alat tangkap dalam suatu periode belum tentu berdampak terhadap peningkatan hasil tangkapan ikan tuna dan cakalang.
Hal ini menunjukkan bahwa besarnya jumlah produksi tangkapan ikan tuna dan cakalang tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah alat tangkap tetapi terdapat faktor lainnya, seperti penggunaan armada penangkapan, sifat musiman penangkapan dan jumlah pelaku penangkapan.
Faktor illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing diduga menjadi salah satu penyebab pelaporan secara statistik jumlah produksi tuna dan cakalang tidak signifikan dengan kenaikan jumlah alat tangkap yang digunakan.*





Komentar tentang post