Kesejahteraan Nelayan dan Kontribusi Pajak Sektor Perikanan

FOTO: DARILAUT.ID

Bagaimana dengan kesejahteraan nelayan? Apakah semakin membaik?

DJPT: Kenaikan nilai jual ikan yang luar biasa, berjalan seiring dengan indikator yang terkait dengan kesejahteraan seperi Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan pendapatan nelayan. NTN tahun 2015 masih di angka 106,14, sedangkan pada tahun 2018 naik menjadi 113,27.

Selanjutnya, terkait pendapatan nelayan, pada tahun 2015 angkanya sebesar Rp 1,95 juta per orang per bulan. Pada 2018, naik menjadi Rp 3,64 juta per orang per bulan atau meningkat rata-rata sebesar 25,41 persen per tahun. Demikian pula dengan pendapatan RTP (Rumah Tangga Perikanan), meningkat rata-rata 19,58 persen per tahun pada kurun 2015-2018.

DJPT KKP

Lalu bagaimana dengan kontribusi perikanan tangkap terhadap perekonomian nasional? Apakah kontribusi pajak mengalami peningkatan?

DJPT: Benar. Kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian nasional juga semakin baik. Penerimaan pajak dari sektor perikanan di tahun 2014 masih Rp 851 miliar dengan kontribusi terhadap total pajak 0,07 persen. Pada tahun 2018 angka itu sudah jauh lebih baik dengan angka Rp 1,55 triliun dengan nilai kontribusi terhadap total pajak sebesar 0,12 persen.

Dari sisi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pun terus mengalami peningkatan. Nilai PDB perikanan meningkat rata-rata 5,4 persen per tahun dalam periode 2015-2018.

Lalu bagaimana pula dengan PNBP sektor perikanan? Apakah meningkat pula?

DJPT: Benar. Total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor perikanan terus mengalami trend peningkatan. Di tahun 2014 total PNBP sektor perikanan yang dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan baik PNBP SDA, maupun non SDA jumlahnya sebesar Rp 267 miliar. Selanjutnya pada tahun 2018 menjadi Rp 647 miliar.*

Bahan ini dari Frequently Asked Question (FAQ) Pembangunan Perikanan Tangkap. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Juli, 2019.

Exit mobile version