Pada Juli 2023, Menteri BUMN Erick Thohir mengadukan siniar Bocor Alus Politik terkait pembahasan manuver politiknya melalui PSSI dan BUMN. Dewan Pers memediasi kedua pihak pada 17 Juli 2023. Sengketa diselesaikan melalui kesepakatan: Tempo memberi ruang klarifikasi dan hak jawab, tanpa kewajiban menurunkan tayangan.
Kasus ini menunjukkan bahwa pengaduan tidak selalu berakhir dengan pencabutan berita. Hak jawab memungkinkan pihak yang merasa dirugikan menyampaikan pandangan dan publik memperoleh informasi tambahan.
Pada 2024, giliran Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengadukan pemberitaan Tempo. Dewan Pers menemukan kesalahan angka pada sampul majalah—ratusan izin usaha tambang nikel tertulis menjadi ribuan—serta ketidakakuratan dalam penjelasan regulasi pengelolaan lahan. Tempo mengakui kekeliruan dan memperbaiki sampul digital sesuai rekomendasi.
Kesalahan tersebut tidak otomatis membuktikan seluruh temuan investigasi Tempo tidak benar; karena Dewan Pers tidak mempersoalkan substansi keseluruhan laporan.
Pada 2025, Kementerian Pertanian mempersoalkan konten “Poles-Poles Beras Busuk” yang diterbitkan Tempo. Dewan Pers menilai poster dan materi visualnya tidak akurat, melebih-lebihkan, serta mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi. Tempo menerima putusan itu dan melaporkan pelaksanaan koreksinya.




