Namun, pengaduan juga tidak otomatis membuktikan pemberitaan salah. Tingginya jumlah pengaduan dapat menunjukkan perhatian dan jangkauan yang luas. Seringnya pengaduan juga bisa berarti dampak pemberitaan yang besar, pengungkapan fakta yang krusial dan penting, kontribusi signifikan terhadap perdebatan publik, serta potensi perubahan kebijakan atau tindakan yang mengikutinya.
Bagi Tempo, setiap pengaduan mengingatkan bahwa pekerjaan jurnalistik memiliki konsekuensi. Semakin besar pengaruh berita terhadap pandangan masyarakat dan reputasi pihak yang diberitakan, semakin besar pula kewajiban menjaga akurasi.
Reputasi tentu penting, tetapi tidak menggantikan bukti. Tempo tidak boleh dianggap berkualitas hanya karena sejarahnya yang panjang, pengalamannya dibredel pemerintah Orde Baru, berbagai investigasi penting yang pernah dipublikasikan atau deretan penghargaan jurnalistik. Semua itu bagian dari rekam jejak, tapi bukan jaminan bahwa setiap berita Tempo selalu benar.
Kualitas Tempo harus dibuktikan melalui praktik sehari-hari: ketelitian mencari fakta, keberanian menguji klaim pemegang kekuasaan, independensi editorial, keterbukaan terhadap pengaduan, dan konsistensi melakukan koreksi.
Independensi bukan berarti bebas dari pengawasan. Organisasi yang mengklaim independen justru harus bersedia diawasi, termasuk oleh masyarakat yang tidak sependapat dengan pemberitaannya.




