Dari sudut pandang psikolinguistik, otak memang bekerja lebih efisien ketika memproses bahasa dalam bentuk chunk atau kelompok kata yang bermakna. Dibandingkan mengolah lima kata secara terpisah, otak lebih mudah mengambil satu pola yang sudah sering digunakan.
Itulah sebabnya orang yang banyak membaca dan sering mendengar bahasa Inggris autentik biasanya memiliki kelancaran yang lebih baik. Mereka bukan hanya menambah kosakata, tetapi juga memperkaya persediaan pola bahasa yang siap digunakan.
Hal ini juga menjelaskan mengapa menghafal daftar kata sering memberikan hasil yang sangat terbatas. Kosakata yang berdiri sendiri mudah terlupakan karena tidak memiliki konteks penggunaan.
Sebaliknya, ketika sebuah kata dipelajari bersama pasangan atau rangkaian katanya, makna menjadi lebih kuat dan lebih mudah dipanggil kembali saat berbicara maupun menulis. Hal yang diingat bukan lagi satu kata, melainkan satu gagasan yang utuh.
Bagi guru, temuan ini memberi arah yang jelas. Mungkin sudah saatnya kita tidak lagi meminta siswa hanya menghafal vocabulary list, tetapi mengumpulkan useful expressions.
Alih-alih mengingat kata opinion, misalnya, akan lebih bermanfaat jika siswa mempelajari ungkapan In my opinion…, From my perspective…, atau I strongly believe that…. Yang dilatih bukan sekadar arti kata, tetapi cara bahasa benar-benar digunakan dalam komunikasi.




