Dialah yang menakdirkan Nabi Ibrahim tidak terbakar di dalam kobaran api, insya Allah Dia juga akan menyelamatkan dengan penuh keyakinan, nasihat Sarah kepada Hajar. Pada kesempatan ini, Siti Sarah memberikan pelajaran penting akan keEsaan Allah (tauhid) dan menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS adalah rasul Allah.
Setelah tiba dan masuk di dalam istana Siti Sarah dan Siti Hajar memakai pakaian dengan menutup aurat (jubah/gamis) dan duduk bersimpuh di atas karpet. Raja Awameleh yang penuh nafsu ingin membuka cadar Siti Sarah. Saat itu pula dirasakan tangannya seperti tersengat aliran listrik, sebanyak tiga kali raja Awameleh berusaha melakukan perbuatan hina, dan sebanyak tiga kali pula tangannya terbakar aliran lsitrik, serta tiga kali juga memohon maaf, meminta agar tangannya dikembalikan seperti sedia kala. Akan tetapi, ia kalah akan bujukan hawa nafsunya sehingga tiga kali ia mengingkari janjinya.
Raja Awameleh akhirnya menyerah, menganggap Siti Sarah adalah tukang sihir dan pembawa sial di istana, dan memerintahkan untuk segera keluar dari negaranya secepat-cepatnya. Bahkan raja memerintah kepada pembantunya memberikan hadiah sebanyak-banyaknya untuk Sarah, keluarga dan kerabatnya agar raja merasa benar-benar terhindar dari bencana.




