Darilaut – Spesiasi parapatrik adalah spesiasi yang terjadi karena adanya variasi frekuensi kawin dalam suatu populasi yang menempati wilayah terpisah namun tidak terisolasi secara penuh, sehingga masih terjadi aliran gen namun sangat terbatas.
Dalam spesiasi parapatrik tidak ada pembatas (barrier) yang ekstrinsik untuk gene flow.
Pada spesiasi seperti ini isolasi reproduksi berkembang dalam beberapa gene flow di antara populasi yang terbatas habitatnya dan tidak terjadi isolasi habitat sepenuhnya, seperti yang terjadi pada spesiasi alopatrik dan simpatrik. Namun masih terdapat zona kontak yang menjadi tempat bertemunya.
Pada spesiasi parapatrik dikenal dua model. Model clinal adalah perbedaan dalam distribusi spesies dan model stepping tone adalah spesies yang terpisah pada populasi yang berbeda.
Menurut Rocha & Bowen (2008) model stepping stone merupakan model yang dapat menjelaskan terjadinya spesiasi pada ikan karang, karena habitat terumbu karang sangat terfragmentasi.
Kebanyakan spesies terdiri dari populasi yang terdistribusi secara terpisah-pisah namun dihubungkan dengan larva pelagis yang terdispersi.
Spesiasi dengan gene flow yang terbatas dapat menjelaskan keaneka-ragaman yang terjadi pada spesies laut.
Menurut Coyne & Orr (2004), dua faktor yang sangat berpengaruh pada spesiasi parapatrik:
(1) Spesies yang tersebar pada wilayah geografis yang luas dan terbagi-bagi pada populasi yang terpisah-pisah; dan
(2) Variasi temporal dan spasial pada kondisi ekologis.
Menurut Rocha et al., (2005), terdapat empat faktor yang dapat mempengaruhi spesiasi parapatrik ikan dan organisme yang hidup pada habitat terumbu karang:
(1) Spesies dengan jangkauan luas yang terbagi dalam beberapa populasi;
(2) Kebanyakan larva tidak terdispersi terlalu jauh dari tempat asal induknya yang menetap;
(3) wilayah biogeografi yang dipisahkan oleh barrier yang tidak sepenuhnya tertutup, dan
(4) Habitat terumbu karang yang memiliki spasial, temporal dan lingkungan yang sangat beraneka ragam (contoh: tropis vs. subtropik, pulau dataran tinggi vs. pulau dataran rendah).
Salah satu contoh dari ikan karang yang terbentuk melalui spesiasi parapatrik adalah Chaetodontoplus poliourus dan Chaetodontoplus mesoleucus (Randall & Rocha, 2009). Perbedaan dari kedua spesies tersebut terdapat pada warna ekor seperti yang ada dalam Gambar.
Spesies C. poliorus terdistribusi di wilayah Timur Samudera Hindia yang tersebar mulai dari Papua Nugini, Palau sampai ke Solomon Island, sedangkan C.mesoleucus terdistribusi pada habitat geografis di wilayah Pasifik (Jepang) dan Indo-Pasifik.
Namun spesies C.poliorus dan C. mesoleucus bertemu dalam satu wilayah (hybrid zone) di sekitar Maluku, Halmahera dan Kepala Burung Papua.
Sumber:
Fione Yukita Yalindua, jurnal Oseana, Volume 46, Nomor 1 Tahun 2021 dengan judul “Spesiasi dan Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang.”
