Selasa, Juli 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

redaksi
9 Oktober 2025
Kategori : Kajian
0
Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Dr. Funco Tanipu. FOTO: DARILAUT.ID

Kesadaran itu tergambar dalam kalimat yang masih diingat banyak orang Gorontalo:

“Tiimidu hilawo u odungga lo u melibudu, u yibu-yibungo, boli u totohunga, uwito saati liyo momate umo’o yibungo, umo’o lilibude, umo’o tohunga.”

Artinya, pada saat itulah sifat hati yang berliku harus dimatikan. Selama hilawo masih libu-libudu dan yibu-yibungo, manusia belum bebas. Hanya ketika ia mematikan semua kelokan hawa nafsu, barulah ia hidup dalam kelurusan — motulidu. Dalam artian, de matepo tulidu, de uwito mali motulidu.

Dari kesadaran ini, doa dalam Al-Fatihah memperoleh makna yang begitu dekat: ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm — “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Jalan yang lurus atau dalala u motulidu boyito, tita ta mopotunu? Bo Eeya yang sanggup mopootulidu (meluruskan) hati yang bengkok. Inilah hubungan antara bahasa, doa, dan jiwa: manusia berikhtiar, Tuhan yang menegakkan.

Secara lebih teknis, pemahaman ini juga tercermin dalam kehidupan beribadah. Dalam bahasa Gorontalo, sholat disebut motabiya, dari ungkapan tabi-tabi to Eeya, artinya mengikuti langsung atau terpaut terus kepada Allah. Tetapi orang sadar, tabi-tabi to Eeya adalah derajat tinggi yang sulit dicapai. Maka digunakanlah kata molu’udu — mengikuti. Mengikuti jalan yang lurus, mengikuti Nabi Muhammad ﷺ, mengikuti bimbingan pewarisnya yang benar. Sebab siapa yang berjalan sendiri akan kembali berputar seperti tulidu. Bolo mamoheliliya loma’o.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Dr Funco Tanipugorontalo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Program Studi S1 Pendidikan Masyarakat UNG Meraih Akreditasi Unggul

Next Post

Topan Halong Terletak di Selatan Tokyo

Postingan Terkait

Provinsi Gorontalo yang Mencemaskan

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

28 Juli 2026
Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

17 Juli 2026

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

Next Post
Topan Halong Terletak di Selatan Tokyo

Topan Halong Terletak di Selatan Tokyo

TERBARU

Ahli Meteorologi Kerahkan Kawanan Drone untuk Mengamati Lintasan Topan Noul di Cina Selatan

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin Mendukung Pembentukan Awan Hujan

El Niño Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

Potensi Hujan Saat El Niño Menguat

Habitat Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Akan Diusulkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Kajiki Tinggalkan Jejak Kerusakan Parah di Vietnam

Dosen UNG Soroti Program Kampung Nelayan Merah Putih

Provinsi Gorontalo Kembali Bersurat Soal Pengurusan Izin Kapal Diatas 30 GT

Taiwan Keluarkan Peringatan Laut untuk Topan Bavi

Perkara Lingkungan Hidup Sarat Pembuktian Ilmiah

Menhub Memastikan Pencarian Korban Dilakukan Maksimal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.