Menurut Abdallah tata kelola laut menjadi pusat diskusi iklim saat ini di COP26 di Glasgow. Mengingat komitmen Tanzania dalam menerapkan inisiatif Tembok Biru Besar, kemitraan baru yang kita semua saksikan antara Tanzania dan mitra pembangunan ini membuktikan komitmen yang telah ditunjukkan pemerintah kita dalam merangkul ekonomi biru dan konservasi ekosistem laut kita.
Sebagai gerakan yang fokus pada aksi, The Great Blue Wall bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan aksi laut secara dramatis dan menetapkan peta jalan konkret untuk mencapai target konservasi, pembangunan, dan iklim 2030.
Menurut Menteri Luar Negeri Republik Irlandia Simon Coveney, The Great Blue Wall adalah contoh yang luar biasa dan praktis tentang bagaimana bekerja sama kita dapat mengelola lautan kita secara lebih berkelanjutan. Lautan kita adalah sumber daya bersama yang jika dikelola dengan baik menyimpan banyak solusi yang kita butuhkan untuk mengatasi perubahan iklim.
Inisiatif The Great Blue Wall yang menangani perlindungan dan produksi, bukan hanya tentang kesehatan laut tetapi, pada dasarnya, komunitas yang disentuh oleh lautan kita.
“Saya senang mengumumkan hari ini bahwa Irlandia memberikan kontribusi keuangan melalui IUCN untuk The Great Blue Wall. Kontribusi ini akan berperan penting untuk mendukung pembentukan Bentang Laut Tanga-Pemba di Tanzania, membantu meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekaligus memungkinkan konservasi jangka panjang keanekaragaman hayati pesisir dan laut, serta jasa ekosistem,” katanya.





Komentar tentang post