“Inilah yang disebut dengan senjakala, dalam kamus Bahasa Indonesia, senjakala adalah kondisi senja setengah gelap sesudah matahari terbenam,” ujar Prof. Femy yang meraih jabatan guru besar bidang Ilmu Kelautan.
Mengenai ikan nike, walaupun hari ini masih dapat dikonsumsi, “tapi untuk jangka panjang keberlanjutannya sangat memerlukan keseriusan pengelolaan secara komprehensif,” kata Prof. Femy.
Penelitian Prof. Femy telah menemukan bahwa penyebaran ikan nike di Teluk Tomini Gorontalo selain di perairan Kota Gorontalo juga terdapat pula di muara Sungai Taludaa, Tombulilato, Bilungala, Paguyaman, dan Marisa.
Ikan nike sebagai amphidromus secara ekologis sangat bergantung pada dua habitat perairan. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa induk ikan nike yang ditangkap di perairan Teluk Gorontalo berada di dua aliran sungai besar yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.
Prof. Femy juga telah melakukan kajian ikan nike dalam disertasi Doktor bidang Ilmu Kelautan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dengan judul: Filogenetik Molekuler dan Karakteristik Morfologi Ikan Nike di Perairan Teluk Tomini Kota Gorontalo.
Dalam perjalanan karir sebagai dosen dan peneliti di FPIK UNG, Prof Femy telah mencatatkan sejumlah paten yang berhubungan dengan penelitiannya mengenai ikan nike.




