Teripang termasuk salah satu biota laut yang sudah lama diperdagangkan antarpulau. Sejak 1000 tahun lalu, teripang sudah diperdagangkan.
Teripang sebagai komoditas perdagangan sebagian besar berasal dari hasil penangkapan dari laut.
Negara tujuan ekspor yaitu Singapura, Hongkong, Cina, Korea, Jepang, Thailand, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.
Teripang yang bernilai ekonomis tinggi di Indonesia, diekspor untuk dikonsumsi secara langsung atau dijadikan bahan baku obat dan kosmetik.
Sebagai alternatif menu makanan laut, teripang berperan sebagai salah satu sumber protein.
Tingginya permintaan teripang terutama di pasar Asia memicu menurunnya populasi teripang di alam. Hal ini lantaran banyak nelayan menangkap teripang terus menerus langsung diambil dari alam.
Permasalahan lainnya, pengambilan teripang muda menjadi salah satu penyebab terhambatnya proses regenerasi.
Terganggunya keseimbangan populasi teripang di alam diakibatkan karena pengambilan teripang yang tidak terkendali, baik dari segi jumlah, umur maupun ukuran.
Perikanan teripang adalah salah satu sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Untuk itu, perlu adanya upaya untuk menjaga kelestarian populasi teripang.
Mengingat populasi teripang jenis tertentu mulai berkurang, ada yang telah diusulkan dalam daftar biota yang terancam punah (Red List of Threatened Species IUCN).





Komentar tentang post