Senin, Agustus 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Sejarah Bunaken

redaksi
1 November 2018
Kategori : Konservasi
0
Pulau Bunaken

Pantai Liang, Pulau Bunaken. FOTO: ROGER LANTANG

Pada Juli 1984, Rodney V Salm (IUCN/WWF) dan Matheus Halim (Sub Direktorat Konservasi Lautan, PHPA) mengajukan data atlas kawasan konservasi laut di seluruh Indonesia. Laporan ini dapat dilihat dalam Marine Conservation Data Atlas.

Dalam data atlas tersebut, di nomor 143 menyebutkan bahwa Pulau Bunaken dan sekitarnya berstatus sebagai taman wisata laut. Keterangan pada nomor 144, Arakan sebagai suaka margasatwa. Di perairan kawasan Arakan dan Wawontulap ini sebagai habitat mamalia laut yang dilindungi, seperti Dugong dugon (duyung).

Pada 1986, kawasan perairan Arakan – Wawontulap, Bunaken dan sekitarnya dijadikan kawasan Cagar Alam Laut.

Menteri Kehutanan mengeluarkan SK nomor 328/Kpts-II/1986 untuk Arakan – Wawontulap dan Bunaken. Status cagar alam laut ini sangat ketat. Kegiatan yang dapat dilakukan di lokasi itu hanya penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan serta kegiatan yang menunjang budidaya.

Selang tiga tahun, pada 1989, SK Cagar Alam Laut diralat. Kawasan Bunaken dan sekitarnya diusulkan sebagai calon taman nasional.

Pada 15 Oktober 1991, Menteri Kehutanan menetapkan Pulau Bunaken dan sekitarnya, serta Arakan Wawontulap sebagai taman nasional melalui SK bernomor 730/Kpts-II/91.

***

Perubahan status kawasan dari cagar alam menjadi taman nasional lantaran kondisi setempat. Seperti penduduk yang sudah lama mendiami kawasan Bunaken dan sekitarnya yang bergantung dari sumberdaya laut. Kemudian, wisata bawah laut Bunaken mulai dikenal dan menarik minat penyelam dari dalam dan luar negeri.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: BunakenKonservasi
Bagikan54Tweet33KirimKirim
Previous Post

Menanam Karang di Bunaken

Next Post

Black Box Pesawat Lion Air JT610 Tidak Utuh

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
bagian black box

Black Box Pesawat Lion Air JT610 Tidak Utuh

Komentar tentang post

TERBARU

NTT Earthquake: 45 Fatalities in Manggarai and East Manggarai Regencies

Gempa NTT, Korban Meninggal Dunia di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur 45 Orang

More Than 2,600 Buildings Damaged by Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Gempa NTT, Mahasiswa KKN UMY di Manggarai Barat dan Timur Jadi Relawan Bencana

Gempa M 7,7 NTT Mengakibatkan 2403 Unit Rumah Rusak, Gempa Susulan 995 kali

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

AmsiNews

REKOMENDASI

Penyu Raksasa 2,5 Meter Ditemukan di Pantai Lombok Timur

Jejak Langkah di Pantai Botubolu’o, Surga Kecil di Pesisir Gorontalo

Asia-Pasifik Menghadapi Aktivitas Topan Paling Intens di Dunia

Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Di Bawah Tekanan Perubahan Iklim Ratusan Wali Kota dan Gubernur Menuju Kolombia

Badai Siklon Terbentuk di Dekat Langsa Aceh, Selat Malaka

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.