230 Paus Pilot Terdampar di Tasmania, 32 Berhasil Diselamatkan

Ratusan paus pilot yang terdampar di pantai Ocean Beach dekat Pelabuhan Macquarie di Strahan, Tasmania, Rabu (21/9). FOTO: Department of Natural Resources and Environment Tasmania (NRE Tas)

Darilaut – Sebanyak 230 paus pilot (Pilot Whales) ditemukan terdampar di pantai Ocean Beach dekat Pelabuhan Macquarie di Strahan, Tasmania, Australia, Rabu (21/9). Dua tahun lalu, di lokasi yang sama pernah terdampar sedikitnya 450 paus pilot.

Ahli konservasi bekerja sama dengan polisi dan perusahaan akuakultur berhasil menyelamatkan dan melepas 32 paus pilot yang masih hidup di perairan yang lebih dalam dekat Pelabuhan Macquarie, setelah terdamparnya 230 paus tersebut di Pantai Barat Tasmania.

Dalam keterangan pers, Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tasmania, Department of Natural Resources and Environment Tasmania (NRE Tas) mengatakan paus pilot ini terdampar di Ocean Beach.

Ketika ditemukan terdampar, sebagian paus pilot ini masih hidup. Tim dari Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Program Konservasi Laut Tasmania (MCP) merakit peralatan penyelamatan paus dan langsung menuju ke daerah tersebut.

Mereka bekerja bersama staf dari Tasmania Parks and Wildlife Service dan Polisi Tasmania di Strahan.

Departemen ini memiliki Manual Incident Cetacea yang komprehensif yang telah menjalani tinjauan ekstensif sejak terdampar massal tahun 2020 dan untuk memandu respons terdampar.

Lebih dari 50 staf NRE Tas, sukarelawan, dan personel perusahaan akuakultur lokal telah mengapungkan kembali dan melepaskan 32 paus pilot yang terdampar ke perairan dalam di luar Pelabuhan Macquarie, Kamis (22/9).

Dua dari 32 paus terdampar kembali dan tim dapat menggunakan teknik yang sama untuk melepaskannya kembali ke perairan yang lebih dalam.

Ada tiga paus yang masih hidup di pantai yang tidak dapat diakses oleh kru penyelamat karena lokasi yang menantang dan kondisi pasang surut. Tim penyelamat akan mencoba mengakses paus tersebut Jumat (23/9) pagi.

Pengendali Insiden, Brendon Clark, mengatakan ini adalah upaya besar-besaran oleh semua yang terlibat.

“Staf dan sukarelawan terlatih yang berpengalaman mampu mencapai ini dalam kondisi pantai barat yang menantang,” katanya.

Lokasi di Ocean Beach memiliki pasir yang lembut. Hal ini membuat akses ke beberapa area dan manuver kendaraan serta peralatan sulit.

“Bantuan dari perusahaan akuakultur lokal dengan kapal dan telehandler untuk membantu mengangkat paus sangat berharga dalam keberhasilan hari ini dan kami berterima kasih kepada semua orang atas upaya mereka,” kata Brendon, dalam siara pers NRE Tas, Kamis sore.

“Dalam beberapa hari mendatang, tim akan fokus pada operasi memindahkan dan membuang sekitar 200 paus yang mati. Kondisi cuaca akan menentukan waktu pemindahan paus.”

Brendon menyampaikan terima kasih kepada anggota masyarakat, khususnya komunitas Strahan.

“Kami memahami sulit bagi orang untuk menonton dari jauh, tetapi berterima kasih kepada mereka karena mengizinkan tim kami untuk fokus pada pekerjaan kritis yang diperlukan untuk merespons,” katanya.

“Kami akan terus memberi informasi kepada masyarakat tentang tanggapan dan langkah selanjutnya. Sementara komponen penyelamatan yang terdampar dapat diselesaikan pada hari-hari awal, pembuangan bangkai dapat memakan waktu yang jauh lebih lama.”

Ocean Beach tetap ditutup saat ini tetapi kami akan membukanya kembali untuk akses publik sesegera mungkin.”

Apa yang menyebabkan paus tersebut terdampar belum diketahui dan mungkin tidak dapat ditentukan.

NRE Tas sedang melakukan investigasi post-mortem dengan bantuan ahli patologi dari Laboratorium Kesehatan Hewan departemen.
Pertemuan komunitas akan diadakan di Strahan pada Jumat malam untuk memberi informasi kepada warga.

Sebelumnya, Manajer Operasi Dr Kris Carlyon mengatakan ada strategi untuk memaksimalkan kesuksesan dan tim akan bekerja keras sepanjang hari. Teknik baru juga diuji coba dengan menggunakan bantuan mekanis dari perusahaan akuakultur untuk membantu mengangkat hewan keluar dari pasir.

“Apa yang akan kami lakukan adalah memindahkan melalui kapal ke perairan jernih yang dalam, sehingga memiliki peluang terbaik untuk bertahan hidup,” kata Dr Carlyon.

Sebagian besar hewan terdampar di Ocean Beach, dengan beberapa terdampar di dataran pasir di dalam Macquarie Harbour. Inspeksi udara belum menemukan paus terdampar lainnya.

“Prioritas kami adalah kesejahteraan hewan dalam situasi ini bersama dengan melindungi staf dan sukarelawan kami yang memiliki pelatihan khusus dalam penyelamatan paus dan dapat melakukan tugas ini dengan aman,” kata Dr Carlyon.

Paus adalah spesies yang dilindungi, bahkan setelah mati, dan mengganggu bangkai adalah pelanggaran.

Dua tahun lalu lebih dari 450 paus pilot terdampar di Tasmania, Australia, pada 22 September 2020.

Dilaporkan paus pilot yang terdampar sebanyak 270 di kota kecil Strahan. Department of Primary Industries, Parks, Water and Environment, mengatakan sebanyak 200 paus pilot kembali ditemukan terdampar di Pelabuhan Macquarie di pantai barat Tasmania.

Sebanyak 25 paus pilot yang terdampar secara massal telah dievakuasi kembali ke laut. Sebanyak 60 tim penyelamat telah bergabung untuk memindahkan paus pilot tersebut.

Exit mobile version