Hiu paus yang tertangkap di lepas pantai diambil sampelnya tahun 2015 dan 2016. Berdasarkan sampel darah dan jaringan yang diambil menunjukkan bahwa sekitar setengah dari makanan mereka berasal dari sumber tanaman, seperti ganggang atau rumput laut.
Bisa jadi, tanaman yang dimakan ini bagian yang normal dari biologi hiu paus. Namun, ilmuwan masih terbatas pengetahuannya soal hiu paus.
Dua dari delapan hiu paus ini tampak kelaparan atau berpuasa pada saat sampel diambil.
Hiu paus hidup di perairan khatulistiwa. Ahli biologi dari Universitas Tokyo yang juga penulis utama dalam studi ini Alex Wyatt, hiu hiu paus mungkin tidak makan saat bermigrasi. Di akurium, hiu paus berpuasa dan bisa menolak makanannya.
Para ilmuwan juga telah menemukan hiu paus yang terdampar, terdapat tanaman di perutnya.
Namun, hal ini bisa menjadi tanda bahwa hiu paus menghadapi kesulitan.
“Jika hiu paus sebagai omnivora sebagai respons karena mangs yang berkurang, tekanan karena penangkapan ikan atau perubahan iklim, ini memiliki implikasi konservasi yang signifikan,” kata Wyatt, seperti dikutip Qz.com.
Barangkali hiu paus memerlukan lebih banyak upaya konservasi dan lebih banyak perlindungan hukum karena penangkapan ikan.
Di perairan Botubarani, Gorontalo, hiu paus memakan limbah kepala dan daging udang. Bila kepala dan kulit udang ini dibuang, hiu paus mengisap makanan tersebut.





Komentar tentang post