Sejumlah daerah mempunyai kasus yang sama sungai tercampur busa dan plastik akibat pembuangan limbah dari pabrik-pabrik yang tidak diolah secara baik maupun tidak memiliki pengolahan limbah secara baik. Bahkan, sampah Indonesia hingga terdampar di Phuket, Thailand.
Hal tersebut memicu kegeraman negara-negara Asia Tenggara dalam permasalahan plastik, terutama dari wilayah Indonesia.
Direktur Program Dompet Dhuafa Bambang Suherman mengatakan, lingkungan adalah sumber daya bagi mata pencaharian masyarakat, merawatnya berarti merawat sumber-sumber penghidupan masyarakat. Bila lingkungan sudah rusak, maka kehidupan masyarakat akan cepat berangsur-angsur tenggelam.
Menurut Bambang, kepedulian kita serta gerakan bersama diharapkan mengembalikan ekosistem lingkungan tersebut. Seperti pada saat Idul Adha, Dompet Dhuafa sudah mengurangi pemakaian plastik dalam pengemasan daging kurban, dengan mengganti berupa besek dari bambu.
“Hal ini selain berdampak pada lingkungan juga pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan menghidupkan pengrajin besek dari bambu,” ujar Bambang.
Dompet Dhuafa sudah lama memberikan perhatian pada isu lingkungan. Berbagai program sudah dilakukan, seperti sedekah pohon, air untuk kehidupan, pengelolaan limbah dan sebagainya.
Dengan lingkungan yang lestari dapat mendorong tumbuhnya ekonomi sirkuler di masyarakat. Dompet Dhuafa melalui program semesta hijau mendukung upaya di berbagai sektor yang mampu mengangkat kemandirian dhuafa demi Keselamatan Bumi yang harus tetap dijaga.





Komentar tentang post