Kamis, Mei 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Minimnya Riset Sampah Plastik di Laut Indonesia

redaksi
16 Juni 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Minimnya Riset Sampah Plastik di Laut Indonesia

Dalam pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam, Sabtu (11/11/2017) lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa laut harus menjadi pusat pembangunan ekonomi bagi anggota APEC karena letak geografisnya yang berada di Samudera Pasifik, samudera terluas di dunia. Presiden juga mengatakan Indonesia mendorong pengarusutamaan isu-isu kelautan, salah satunya dalam mengatasi sampah plastik di laut.

Soal sampah plastik di laut, Indonesia, tercatat sebagai pamasok yang berada di urutan kedua, yakni sebesar 187,2 juta ton. Di peringkat pertama Tiongkok yang mencapai 262,9 juta ton, urutan ketiga Filipina sebanyak 83,4 juta ton, selanjutnya Vietnam mencapai 55,9 juta ton, dan Sri Lanka sebanyak 14,6 juta ton per tahun. Jumlah pasokan sampah ini merupakan hasil riset Jenna Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, yang dipublikasi pada 2015.

Sampah plastik yang telah menyatu dengan lautan ini tidak hanya terombang-ambing di permukaan laut atau terhempas ke pinggiran pantai. Hasil penelitian terbaru, di palung (jurang bawah laut yang dalam dan sempit) yang terdalam di dunia telah terkontaminasi plastik.

Adalah Alan Jamieson, ahli ekologi kelautan dari Newcastle University di Inggris dan tim telah melakukan penelitian di Palung Kermadec dan Palung Mariana. Para ilmuan ini menemukan mikroplastik pada krustasea yang hidup di kedalaman 10.000 meter di Palung Kermadec Pasific Selatan dan di utara Palung Mariana di kedalaman 10.250 meter (Kompas 17/11/2017). Temuan ini seperti dimuat dalam jurnal Nature Evolution and Ecology.

Palung di Indonesia

Perairan Indonesia memiliki beberapa palung yang dalam. Palung Mindanao dengan kedalaman maksimum 10.830 meter, palung Weber/Banda 7.440 meter dan palung Jawa 7.140 meter. Selanjutnya, palung Butung 4.180 meter, palung Sangihe 3.850 meter, Palung Talaud 3.450 meter, Palung Ternate 3.450 meter, palung Timor 3.310 meter dan Palung Makassar 2.540 meter.

Palung Weber di Laut Banda, Maluku, adalah yang terdalam dengan lereng yang curam, kemudian palung Jawa 7.140 meter di Samudera Hindia. Dibandingkan dengan puncak gunung Jaya Wijaya di Papua, tingginya hanya 4.884 meter dari permukaan laut.

Pada 1950-1952, menurut Dr Anugerah Nontji (2009) telah dilakukan ekspedisi Galathea. Melalui ekspedisi ini telah diteliti palung-palung laut dalam di dunia. Inilah penelitian produktivitas organik dan mikrobiologi laut pertama di Indonesia. Yang mendapat perhatian adalah palung Mindanao, Palung Jawa dan Palung Banda.
Berdasarkan ekspedisi ini, berhasil dikoleksi hewan laut yang hidup di palung Mindanao. Di Palung Jawa dengan kedalaman 7.140 meter berhasil diperoleh sejumlah spesimen teripang. Temuan ini menunjukkan biota laut dapat hidup di kedalaman dengan lingkungan yang ekstrim.

Riset Sampah Plastik

Dr. Agung Dhamar Syakti, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepulauan Riau dan Noir Primadona Purba pengajar Ilmu Kelautan di Department of Marine Science, FPIK-Universitas Padjajaran mengemukakan bahwa riset sampah plastik di laut Indonesia belum menjadi daya tarik tersendiri. Penelitian ini masih dapat dihitung dengan jari. Setidaknya, sejak 1970 hingga 1980 hanya lima (5) publikasi pada jurnal bereputasi.

Minimnya riset sampah plastik di laut berkelindan dengan kondisi Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Karena itu, dibutuhkan keseriusan dalam mengurangi pasokan sampah tersebut. Untuk mengurangi sampah plastik di laut perlu didukung dengan penelitian komprehensif.
Penelitian ini harus dilakukan secara berkala, minimal setahun sekali, agar dapat diketahui setiap perkembangan yang ada. Menjaga kualitas kesehatan di laut, bukan hanya terkait dengan biota saja. Namun juga dampak bawaan bagi manusia yang banyak mengonsumsi beragam spesies hewan-hewan laut.

Tags: Indonesiapalungriset sampahsampahsampah plastik
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Indonesia-Norwegia Komitmen Kurangi Sampah Laut

Next Post

Nelayan Gorontalo Berjibaku Selamatkan Paus Pembunuh

Postingan Terkait

Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

12 Mei 2026
Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

27 April 2026

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Limbah Makanan Meningkat, Ratusan Juta Orang Menghadapi Kelaparan

PBB Menobatkan 20 Kota Terpilih di Dunia Menuju Nol Limbah, Salah Satunya Kuala Lumpur Malaysia

Israel-AS Serang Depot Minyak di Teheran yang Bukan untuk Penggunaan Militer

Penelitian Terbaru Mikroplastik di Perairan Indonesia Ditemukan di Kedalaman 2 Kilometer

Next Post
Nelayan Gorontalo Berjibaku Selamatkan Paus Pembunuh

Nelayan Gorontalo Berjibaku Selamatkan Paus Pembunuh

Komentar tentang post

TERBARU

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

AmsiNews

REKOMENDASI

ISKINDO dan World Oceans Day

Kebisingan Kapal Mengganggu Pergerakan Paus Orca

Air Hujan Akibat La Nina Dapat Dimanfaatkan Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Topan Super Ragasa Menumbangkan Pohon dan Kejadian Tanah Longsor di Hong Kong

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Pesawat Sriwijaya Hilang Kontak

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.