Sabtu, Juni 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Memantau Mangrove Dengan Teknologi Penginderaan Jauh Optik

redaksi
13 Maret 2022
Kategori : Berita, Ide & Inovasi
0
Jembatan Cinta, Tracking Mangrove di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Tracking mangrove di Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

Konsep ARD memberikan efisiensi kepada pengguna data penginderaan jauh dalam pra-pengolahan yang diperlukan.

“Efisien dalam konteks ini adalah lebih cepat dan lebih sedikit penggunaan sumber daya untuk menyediakan data, yang dapat digunakan untuk pemantauan mangrove dibandingkan dengan pendekatan konvensional,” ujarnya.

Ratih menjelaskan mengenai hasil pengembangan 5 model penyediaan data penginderaan jauh untuk pemantauan mangrove.

Model-1 yaitu pengembangan MBA data penginderaan jauh optic. Model-2 penentuan liputan mangrove.

Model-3 pendeteksian keberadaan, kerapatan, dan zonasi mangrove. Model-4 pemantauan laju kerusakan lahan mangrove. Model-5 penyediaan ARD penginderaan jauh.

Dari 5 pengembangan model tersebut, menurut Ratih, implementasi MBA untuk pemantauan mangrove berbasis data penginderaan jauh optik secara digital, dinilai lebih efisien dibanding dengan cara konvensional.

Cara konvensional umumnya mengedepankan interpretasi visual, interpretasi berbasis scene, dan justifikasi pakar.

“Efisiensi tersebut diperoleh dari pengalaman dalam mengolah data penginderaan jauh optik sebanyak 10 scene untuk pemantauan mangrove,” kata Ratih.

Dengan menggunakan model-2, model-3, dan model-4 memerlukan waktu sekitar 7 hari, dibanding dengan mengolah data yang sama dengan menggunakan model-1 yang memerlukan waktu hanya 1 hari.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINKLHKMangroveRiset KelautanTeknologi Penginderaan Jauh
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

ABK Indonesia Hilang di Samudra Atlantik

Next Post

Rumah Ikan di Banyuwangi Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan

Postingan Terkait

Bibit Siklon Tropis 90S Masih Berada di dekat Pulau Enggano Bengkulu

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

6 Juni 2026
Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

6 Juni 2026

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Next Post
Rumah Ikan di Banyuwangi Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan

Rumah Ikan di Banyuwangi Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan

Komentar tentang post

TERBARU

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

AmsiNews

REKOMENDASI

Susu Kambing Lokal Gorontalo Berpeluang Jadi Bahan Baku Industri Olahan Susu

Memotret Kaleng Bekas dan Sampah Plastik di Olele, Gorontalo

Dihantam Badai, KM Putri Mulia Tenggelam di Perairan Pulau Juanta

Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Maritim dan Kelautan

BMKG Survei Kerentanan Tanah di Pasaman Barat

Laut yang Tersinari, Ekosistem yang Terancam: Krisis Perikanan Cumi di Atlantik Barat Daya

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.