Sosialisasi di Atas Kapal
Setelah tiba di Tanjung Pinang, tim monitoring menuju Tambelan dengan menggunakan Kapal Motor Sabuk Nusangar 62. Lama perjalanan Tanjungpiang-Tambelan 22 jam.
Di atas kapal Sabuk Nusangar, dilakukan sosialisasi perlindungan dan pelestarian jenis ikan, disertai regulasi yang menjadi prioritas KKP. Termasuk dalam sosialisasi ini penyu.
Diskusi dengan penumpang kapal berlangsung, baik itu masyarakat maupun aparat pemerintah setempat. Poster dan leaflet juga ditempel di atas kapal, yang menjadi tempat berkumpulnya penumpang, dengan seijin nahkoda.
Tim melakukan pemutaran video tentang keanekaragaman hayati laut, khususnya spesies yang dilindungi, serta program konservasi. Pemutaran video didahului dengan membacakan pengumuman dari BPSPL Padang ke PT Pelni Cabang Tanjungpinang. Nahkoda kapal Sabuk Nusangar yang membacakan imbauan terkait perlindungan penyu, termasuk telur.
Telur Penyu Diperdagangkan ke Malaysia
Di Tambelan, telur penyu masih marak diperdagangkan. Telur ini tidak hanya dijual ke Tanjungpinang, bahkan ke Kalimantan Barat.
Dari pertemuan di Tambelan, diperoleh informasi telur penyu dijual dengan harga rata-rata Rp 1000 (seribu rupiah) per butir.
Bagi sebagian warga Tambelan, telur penyu ini bernilai ekonomis. Meski sudah diketahui bahwa penyu termasuk satwa yang dilindungi.





Komentar tentang post