“Waktu saya patroli di Pulau Nangka, tanggal 22 dan 23 Juli, empat ekor penyu yang bertelur,” ujar Suwardi.
Rata-rata penyu bertelur di pulau ini, 10 sampai 15 ekor. Bahkan di musim tertentu bisa lebih dari 15 ekor.
Puncak musim peneluran di Tambelan antara Mei hingga September. Kebanyakan yang bertelur jenis penyu hijau dan penyu sisik.
Tambelan termasuk kawasan yang terjauh di Kabupaten Bintan. Lokasinya berada di gugusan pulau yang terletak di tengah laut Natuna dan berbatasan dengan Laut Cina Selatan.
Menurut Suwardi, pulau-pulau di Tambelan masuk dalam Kawasan Konservasi Laut Daerah Bintan. Termasuk pulau Nangka. Di pulau ini sering menjadi lokasi kunjungan wisatawan lokal. Di Pulau Nangka, ada penjaga yang ditempatkan pemilik lahan.
Dasar hukum penetapan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Bintan adalah SK Bupati Bintan No. 261/VIII/2007 yang dikeluarkan pada tanggal 23 Agustus 2007. KKLD ini memiliki luas 479.905 ha. Diprioritaskan untuk mendukung kegiatan perikanan berkelanjutan dan wisata bahari.
Monitoring BPSPL di Bintan ini untuk mengetahui sebaran lokasi peneluran dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai status perlindungan penyu. Selain itu, melindungi habitat peneluran penyu, mengurangi perburuan telur penyu, pendataan penyu dan menginisiasi penetasan alami telur penyu di Kecamatan Tambelan.





Komentar tentang post