PENEBANGAN mangrove yang makin meluas di Desa Ujungmanik, Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meresahkan nelayan setempat.
Penebangan mangrove ini dilakukan untuk pembukaan lahan tambak. Perluasan lahan tambak dengan menebang mangrove ini sudah berlangsung dua tahun lebih.
“Mangrove semakin berkurang karena pembuatan tambak,” kata nelayan Ujungmanik, Suradi (38 tahun) di Cilacap, Selasa (24/12).
Hingga akhir 2019 ini penebangan mangrove dan pembukaan lahan tambak terus berlangsung di Ujungmanik. Sedikitnya 125 hektar lokasi tambak yang telah dibuka.
Umumnya tambak ini untuk budidaya udang vaname. Belum lagi limbah tambak ini dibuang begitu saja ke perairan.
“Baunya itu sangat menyengat,” kata Suradi.

Untuk mempertahankan areal mangrove di Ujungmanik, nelayan meminta untuk tidak menebang di alur sungai di kiri dan kanan hingga 100 meter. Namun, perluasan lokasi tambak sudah mendekati aliran sungai.
Pada Oktober 2019 lalu, telah dilakukan musyawarah antara nelayan dengan calon penggarap tambak. Terdapat beberapa poin hasil pertemuan tersebut, antara lain, pembuatan tambak berjarak minimal 100 meter dari bibir sungai.
Selanjutnya, pengelola tambak bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sungai. Untuk pembuangan limbah dari tambak udang diminta untuk ditampung terlebih dahulu, sebelum dibuang ke sungai.





Komentar tentang post