Selasa, Oktober 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Penebangan Mangrove, Nelayan Ujungmanik di Cilacap Resah

redaksi
27 Desember 2019
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus, Orca
0
Penebangan Mangrove, Nelayan Ujungmanik di Cilacap Resah

Nelayan Desa Ujungmanik, Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meminta mangrove di alur sungai kiri dan kanan hingga 100 meter tidak ditebang untuk perluasan tambak. FOTO: DARILAUT.ID

PENEBANGAN mangrove yang makin meluas di Desa Ujungmanik, Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meresahkan nelayan setempat.

Penebangan mangrove ini dilakukan untuk pembukaan lahan tambak. Perluasan lahan tambak dengan menebang mangrove ini sudah berlangsung dua tahun lebih.

“Mangrove semakin berkurang karena pembuatan tambak,” kata nelayan Ujungmanik, Suradi (38 tahun) di Cilacap, Selasa (24/12).

Hingga akhir 2019 ini penebangan mangrove dan pembukaan lahan tambak terus berlangsung di Ujungmanik. Sedikitnya 125 hektar lokasi tambak yang telah dibuka.

Umumnya tambak ini untuk budidaya udang vaname. Belum lagi limbah tambak ini dibuang begitu saja ke perairan.

“Baunya itu sangat menyengat,” kata Suradi.

FOTO: DOK. DARILAUT.ID

Untuk mempertahankan areal mangrove di Ujungmanik, nelayan meminta untuk tidak menebang di alur sungai di kiri dan kanan hingga 100 meter. Namun, perluasan lokasi tambak sudah mendekati aliran sungai.

Pada Oktober 2019 lalu, telah dilakukan musyawarah antara nelayan dengan calon penggarap tambak. Terdapat beberapa poin hasil pertemuan tersebut, antara lain, pembuatan tambak berjarak minimal 100 meter dari bibir sungai.

Selanjutnya, pengelola tambak bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sungai. Untuk pembuangan limbah dari tambak udang diminta untuk ditampung terlebih dahulu, sebelum dibuang ke sungai.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CilacapJawa TengahMangrovenelayan tradisionalPenebangan Mangrove
Bagikan13Tweet4KirimKirim
Previous Post

Riset LIPI: Perairan Selatan Jawa Tempat Perkembangbiakan Tuna

Next Post

Sisi Lain Penyelamatan Paus Bryde di Ujungmanik, Cilacap

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

Next Post
Sisi Lain Penyelamatan Paus Bryde di Ujungmanik, Cilacap

Sisi Lain Penyelamatan Paus Bryde di Ujungmanik, Cilacap

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengapa Cantrang Harus Dilarang?

PBB Meningkatkan Bantuan Untuk Korban Gempa Bumi di Afghanistan

Ratusan Nelayan Penangkap Ikan Tuna di Gorontalo Belum Melaut

Indonesia Bahas Pertukaran Awak Kapal di Forum BIMP-EAGA

Laporan AR6 IPCC Mengutip 18 Ribu Referensi

Badai Tropis Terbentuk di Dekat Kepulauan Ogasawara Jepang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.