Selasa, September 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Segitiga Masalembo: Antara Mitos, Kekayaan Biota dan Gelombang Bawah Laut

redaksi
25 Juli 2021
Kategori : Berita
0
Segitiga Masalembo: Antara Mitos, Kekayaan Biota dan Gelombang Bawah Laut

GOOGLE EARTH

Darilaut – Segitiga Masalembo memiliki kekayaan biota laut dan kawasan yang subur sebagai tempat bertemu beberapa arus. Bila digambarkan, segitiga itu menghubungkan antara Madura, Selat Lombok, dan Makassar.

“Di area perairan antara Pulau Nusa Penida, Bali dan Selat Lombok, memiliki arus yang kencang. Ada gelombang besar di bawah laut yang dapat membahayakan navigasi,” kata peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adi Purwandana, seperti dikutip dari Oseanografi.lipi.go.id.

Melalui Talkshow SPADA – Global Radio dengan topik “Menyelami Riset Kelautan” bersama para peneliti LIPI, pada Kamis (22/7), Adi menguraikan mengenai perairan Bali yang mempunyai fenomena unik dan berbahaya di sekitara selat Lombok.

Menurut Adi, banyak yang menyebut di area tersebut dengan nama Segitiga Masalembo. Kalau kita membuat gambaran segitiga, kita bisa hubungkan antara Madura, Selat Lombok, dan Makassar.

Di area tersebut, kata Adi, di masa lampau mitosnya memiliki arus yang berbahaya. Karena pada zaman dahulu teknologi belum secanggih sekarang, seperti belum terlalu paham sistem dan prediksi cuaca.

Adi mengatakan, dengan teknologi yang sudah cukup canggih arus tersebut dapat dilalui. Dibalik mitos tersebut, daerah ini subur karena merupakan tempat bertemunya beberapa arus, sehingga di perairan tersebut mengandung banyak nutrisi yang dapat dimakan oleh biota laut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gelombang Bawah LautLIPIMaduraMakassarP2O LIPIPulau MasalemboRiset KelautanSegitiga MasalemboSelat Lombok
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Riwayat Penyelamatan Toa, Bayi Orca yang Terdampar di Selandia Baru

Next Post

Babirusa, Babi Seperti Rusa Atau Sebaliknya

Postingan Terkait

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

29 September 2026
BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

29 September 2026

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Kementerian Ekraf Dorong Akselerasi Model Bisnis Media Digital Bersama AMSI

Next Post
Ini Keunikan Babirusa

Babirusa, Babi Seperti Rusa Atau Sebaliknya

Komentar tentang post

TERBARU

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Natuna Ekspor Ikan Napoleon

Pencarian Kapal MV Nur Allya Ditutup

Masyarakat Tidak Beraktivitas 1,5 km Dari Kawah Utama Gunung Gamalama

Foto: Pembuat Garam Tradisional di Yogyakarta 1905

Tsunami Teluk Palu, Fenomena Pusaran Air

Gempa Berkekuatan M7,3 Guncang Jepang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.