Senin, April 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ilmuwan MIT Petakan Zona Mati Terbesar di Samudera Pasifik

redaksi
30 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Ilmuwan MIT  Petakan Zona Mati Terbesar di Samudera Pasifik

Intensitas zona yang kekurangan oksigen di seluruh Samudra Pasifik bagian timur. Jarek Kwiecinski dan Andrew Babbin/MIT

Darilaut – Dua ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) belum lama ini berhasil membuat atlas paling rinci di wilayah samudera Pasifik. Atlas resolusi tinggi tersebut dijelaskan di jurnal Global Biogeochemical Cycles.

Ketika memikirkan Samudera Pasifik tropis, Anda mungkin membayangkan ikan berwarna-warni yang merayap di antara puncak karang, atau penyu besar yang berenang di bawah sinar matahari.

Tapi di Samudera Pasifik ada dua zona misterius di mana kehidupan tidak bisa bertahan. Hal ini karena ada dua zona kekurangan oksigen (ODZ) terbesar di dunia. Berarti ini adalah zona larangan untuk sebagian besar organisme aerobik (yang bergantung pada oksigen).

Tim mengungkap fakta baru terpenting tentang proses zona tersebut. Mengutip EcoWatch, Andrew Babbin salah satu pengembang atlas mengatakan kami mempelajari seberapa besar kedua zona di Pasifik ini, mengurangi ketidakpastian dalam pengukuran, tingkat horizontal, seberapa banyak dan di mana zona ini berventilasi oleh air beroksigen, dan banyak lagi.

Ilmuwan tersebut mampu memvisualisasikan dalam resolusi tinggi zona oksigen rendah dan ini merupakan langkah pertama yang diperlukan untuk sepenuhnya memahami proses dan fenomena yang mengarah pada kemunculannya.

Zona kekurangan oksigen juga dapat disebut sebagai zona hipoksia atau zona mati, seperti yang dijelaskan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Samudera Pasifik
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Ekspor Mutiara Laut NTB Paling Banyak ke Australia

Next Post

Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang

Postingan Terkait

Rektor UNG Bahas Potensi Kawasan Teluk Tomini di Marine Action Expo 2026

Rektor UNG Bahas Potensi Kawasan Teluk Tomini di Marine Action Expo 2026

27 April 2026
Fakultas Kedokteran UNG Evaluasi Kurikulum

Dosen Fakultas Kedokteran UNG Kembangkan Teknologi Aman untuk Penambang Emas Skala Kecil

27 April 2026

Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

Permukaan Air di Laut Kaspia Turun 2 Meter

Sensus Ekonomi 2026, AMSI – BPS Perkuat Kolaborasi Media

Unsur Mineral Jadi Komponen Kunci Bagi Industri Masa Depan

UNG Evaluasi Kinerja Badan Layanan Umum

Dasar Laut Indonesia Menyimpan Gas Hidrat, Energi Alternatif Masa Depan

Next Post
Ikan Matahari, Spesies Endemik Halmahera

Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang

Komentar tentang post

TERBARU

Rektor UNG Bahas Potensi Kawasan Teluk Tomini di Marine Action Expo 2026

Dosen Fakultas Kedokteran UNG Kembangkan Teknologi Aman untuk Penambang Emas Skala Kecil

Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

Permukaan Air di Laut Kaspia Turun 2 Meter

Sensus Ekonomi 2026, AMSI – BPS Perkuat Kolaborasi Media

Unsur Mineral Jadi Komponen Kunci Bagi Industri Masa Depan

AmsiNews

REKOMENDASI

Ecoport, Pelabuhan Berwawasan Lingkungan yang Tak Hanya Berbasis Bisnis

Pelibatan Masyarakat dan Swasta Atasi Sampah Plastik Harus Lebih Intensif

Pendidikan Maritim Melalui Jalur Non Formal

3.078 Rumah Rusak Karena Gempa di Banten

UNG Akan Membuka Prodi Profesi Apoteker dan Insinyur

Bibit 91S di Barat-Barat Daya Lampung Berpeluang Menjadi Siklon tropis

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.