Kamis, Agustus 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Membedakan Anoa Dataran Rendah dan Gunung

redaksi
6 Februari 2023
Kategori : Berita, Konservasi
0
Anoa di Pulau Sulawesi Tersisa 2500 Individu

Anoa dataran rendah (Bubalus Depressicornis). FOTO: ABDUL HARIS MUSTARI

Darilaut – Ada banyak nama lokal anoa di Sulawesi. Setiap daerah memiliki sebutan tertentu untuk hewan endemik Sulawesi ini.

Secara umum, banyak yang mengira anoa ini tergolong dalam keluarga sapi. Padahal, secara taksonomi, anoa termasuk dalam genus kerbau, Bubalus.

Anoa merupakan spesies kerbau yang paling kecil ukuran tubuhnya.

Namun yang membedakan kerbau dengan anoa, antara lain pada bentuk tubuh serta arah tumbuh tanduk. Arah bentuk tanduk anoa lebih menyerupai sapi pada umumnya, yang masuk dalam genus Bos.

Tanduk anoa tumbuh lurus ke atas arah agak ke belakang. Berbeda dengan tanduk kerbau yang umumnya tumbuh ke arah samping kemudian agak melengkung ke atas.

Lebih spesifik lagi yang membedakan dua spesies anoa pada ukuran tubuhnya. Ukuran tubuh anoa gunung lebih kecil dibandingkan anoa dataran rendah (Bubalus Depressicornis).

Menurut peneliti dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB Univeristy, Dr Abdul Haris Mustari (2020) anoa memiliki warna rambut dari hitam kecokelatan sampai hitam legam. Ketika menjadi dewasa, rambut lebih jarang.

Anoa dataran rendah dengan panjang ekor mencapai lutut kaki belakang, tinggi bahu berkisar 70–110 cm dan berat badan dewasa berkisar 80 – 100 kg . Adakalanya, terdapat anoa dengan berat mencapai 120 – 130 kg.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Abdul Haris MustariAnoaAnoa Dataran RendahAnoa Gunung
Bagikan18Tweet11KirimKirim
Previous Post

Anoa di Pulau Sulawesi Tersisa 2500 Individu

Next Post

Jejak dan Perilaku Anoa

Postingan Terkait

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

6 Agustus 2026
Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

6 Agustus 2026

Gempa M5,9 Guncang Halmahera Utara

Puncak El Niño September dan Desember 2026

El Niño Menguat, 49 Juta Orang Akan Mengalami Kelaparan Akut, 225 Juta Rawan Pangan

Tim Pengabdian Universitas Terbuka Dorong Nelayan Payang Pelabuhan Ratu Beralih ke Teknologi Ramah Ekosistem

Provinsi Gorontalo Status Siaga Kekeringan

Badai Tropis Kujira Terbentuk di Laut Cina Selatan

Next Post
Jejak dan Perilaku Anoa

Jejak dan Perilaku Anoa

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

Gempa M5,9 Guncang Halmahera Utara

Puncak El Niño September dan Desember 2026

El Niño Menguat, 49 Juta Orang Akan Mengalami Kelaparan Akut, 225 Juta Rawan Pangan

Tim Pengabdian Universitas Terbuka Dorong Nelayan Payang Pelabuhan Ratu Beralih ke Teknologi Ramah Ekosistem

AmsiNews

REKOMENDASI

Biaya Angkut Petikemas Naik Tajam Saat Pandemi Covid-19

Jejak Langkah di Pantai Botubolu’o, Surga Kecil di Pesisir Gorontalo

Negara-Negara ASEAN Perkuat Penanganan Polusi Plastik dan Sampah Laut

Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Sejarah Perkembangan Eksplorasi Uranium di Indonesia dan Unsur Tanah Jarang

Kapal Tanker Filipina Muat 1,4 Ton Minyak Tenggelam di Teluk Manila

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.