Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ribuan Warga Berevakuasi dari Palu

redaksi
8 Oktober 2018
Kategori : Berita
0
Kapal Pelni di Pelabuhan Pantoloan untuk melakukan evakuasi bagi warga korban gempa-tsunami di Palu.

Kapal Pelni di Pelabuhan Pantoloan untuk melakukan evakuasi bagi warga korban gempa-tsunami di Palu. FOTO: DARILAUT.ID

Palu – Ribuan warga berevakuasi dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan menggunakan kapal laut dan pesawat terbang.

Korban gempa-tsunami ini mendatangi pelabuhan Pantoloan, Tawaeli, Palu untuk diberangkatkan ke Makassar.

Untuk menggunakan kapal Pelni, para korban gempa-tsunami ini tidak diminta bayaran. Cukup dengan memasukan nama-nama keluarga dan menunjukkan identitas.

Kebanyakan para korban ini hanya ingin menghilangkan trauma, setelah terjadi gempa dahsyat di Sulawesi Tengah.

Seperti Didit Hiola, salah seorang penumpang kapal yang membawa keluarganya untuk menyingikir sementara dari Palu. Didit bekerja sebagai salah satu pegawai negeri di Kabupaten Donggala. Rumahnya berada di Palu.

Saat terjadi gempa dan tsunami, Didit berada di pantai Donggala. Mobilnya yang diparkir dekat pantai, hilang terseret tsunami. Didit sendiri terhindar dari tsunami.

Hendra Rafiawan juga berusaha menyingkir sementara dari Palu dengan menggunakan pesawat terbang, seperti Hercules dan maskapai lainnya. Hendra dan keluarganya tinggal di Griya Palupi Permai, dekat dengan Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie.

“Saya dan keluarga hanya ingin menghilangkan trauma,” kata Hendra.

Hendra dan keluarga, membuat tenda di depan rumah. Ini dilakukan karena tenda umum yang dikhususkan untuk pengungsi korban gempa di sekitar lokasi itu terbatas.*

Tags: Donggala-PaluGempa
Bagikan54Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pesawat Susi Air, Bolak Balik Palu-Balikpapan-Mamuju

Next Post

Kapal Pinisi Peduli Palu-Donggala Tiba di Pelabuhan Wani

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

7 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post
Kapal pinisi untuk misi kemanusiaan bencana gempa dan tsunami Palu-Donggala

Kapal Pinisi Peduli Palu-Donggala Tiba di Pelabuhan Wani

Komentar tentang post

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

KRI Torani-860 Tangkap Kapal Tongkang Muat Pasir Ilegal

Suhu Permukaan Laut Indonesia yang Hangat Berkontribusi Mendukung Pertumbuhan Awan Hujan

Banjir di Pakistan Menewaskan 777 Orang

Destinasi Wisata Hiu Paus Botubarani Bukan Tujuan Utama

Sisihkan Ribuan Mahasiswa, Tim UNG Juara Favorit Ajang Innovilleague 2025

Histori Letusan Gunung Semeru

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.