Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pengerukan Pasir Menggerus Kawasan Perlindungan Laut

redaksi
11 Februari 2024
Kategori : Berita, Konservasi
0
Pengerukan Pasir Menggerus Kawasan Perlindungan Laut

Diperkirakan 4 miliar hingga 8 miliar ton pasir laut diekstraksi setiap tahunnya. Jumlah ini setara dengan 1 juta truk penuh dalam sehari. FOTO: Nur melalui AFP/Thomas O'Neill/UNEP

Darilaut – Pengerukan pasir dari dasar laut kini telah menggerus kawasan perlindungan laut (marine protected areas) di banyak tempat.

Melansir Unep.org, sepanjang tahun 2018 dan 2022 diperkirakan seperenam pengerukan terjadi di kawasan perlindungan laut, zona yang seharusnya menjadi suaka kehidupan bawah laut.

“Salah satu hal penting yang terungkap dalam beberapa bulan terakhir adalah betapa lazimnya pengerukan dilakukan di kawasan lindung,” kata kata Pascal Peduzzi, Direktur GRID Geneva, sebuah pusat informasi lingkungan yang diselenggarakan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP).

“Sejujurnya, hal ini merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan karena pengerukan sangat merusak dan seringkali kawasan ini sangat sensitif secara ekologis.”

Dekade terakhir, sekitar 16 persen pengerukan dilakukan di cagar alam laut yang dirancang untuk melindungi tanaman dan hewan yang rentan.

Dengan menggunakan aplikasi Marine Sand Watch yang diluncurkan UNEP pada bulan September 2023, praktik tersembunyi pengambilan pasir laut tersebut terekam.

Melalui platform Marine Sand Watch telah mengungkap sesuatu yang selama ini tidak terlihat menjadi tampak. Platform ini sebagai upaya untuk menyelamatkan cadangan pasir dunia yang semakin menipis.

Pasir dan kerikil merupakan bagian penting dari ekosistem laut. Material ini membentuk jembatan antara daratan dan lautan, melindungi garis pantai dari badai dan melindungi akuifer pesisir dari salinasi.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Kawasan Perlindungan LautMarine Sand WatchPasir LautTambang PasirUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Cadangan Pasir Laut Global Menipis, Pengerukan Merusak Ekosistem

Next Post

Calon Presiden Sepakat Menjunjung Tinggi Kemerdekaan Pers

Postingan Terkait

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

6 November 2026
Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

6 November 2026

Hujan Lebat di Tengah El Niño Sangat Kuat

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Next Post
Calon Presiden Sepakat Menjunjung Tinggi Kemerdekaan Pers

Calon Presiden Sepakat Menjunjung Tinggi Kemerdekaan Pers

TERBARU

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Hujan Lebat di Tengah El Niño Sangat Kuat

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemilihan Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Gorontalo Berjalan Kondusif dan Konstruktif

Korban Tewas Gempa Sarangani di Mindanao Meningkat Menjadi 37 Orang

Solusi Limbah Masker

Islandia Negara Pertama Terapkan E-Log Book, Filipina di Asia

Hujan dan Pasang Air Laut Memicu Banjir di Serdang Bedagai

Banjir dan Tanah Longsor Menewaskan Ratusan Orang di India

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.