Kamis, Oktober 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Berada di Garis Khatulistiwa Indonesia Rentan Jatuhnya Sampah Antariksa

redaksi
16 Juni 2025
Kategori : Berita
0
Serpihan Roket yang Jatuh di Kalimantan Barat Milik China National Space Administration

Serpihan roket Long March 5B (CZ-5B) itu milik China National Space Administration (CNSA) jatuh di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. FOTO: LAPAN.GO.ID

Darilaut – Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa sangat rentan terdampak jatuhnya space debris atau sampah antariksa.

Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, Indonesia rentan terdampak kejatuhan sampah antariksa karena posisinya yang berada di sekitar garis khatulistiwa.

“Indonesia memiliki wilayah geografi yang sangat luas dan berada di jalur lintasan orbit satelit dan space debris. Itu sebabnya pemantauan space debris harus menjadi prioritas nasional,” ujarnya dalam talkshow bertema Space Situational  Awareness di ajang pameran Indo Defence Expo & Forum ke-10, Selasa (11/6).

Thomas mencontohkan, sejak tahun 1981 setidaknya telah terjadi enam kali jatuhnya serpihan roket ke wilayah Indonesia, termasuk di Gorontalo (1981), Lampung (1988), Bengkulu (2003), Madura (2016), Sumatera Barat (2017), dan Kalimantan (2021–2022).

Fragmen tersebut merupakan bagian dari roket milik Uni Soviet, China, hingga Amerika Serikat.

Untuk itu, BRIN melalui Pusat Riset Antariksa terus memperkuat sistem identifikasi dan pemantauan space debris atau sampah antariksa yang semakin mengancam keamanan satelit, termasuk milik Indonesia.

Menurut Thomas kepadatan obyek antariksa di orbit yang terus meningkat menjadi isu global yang harus diantisipasi sejak dini.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINSampah AntariksaThomas Djamaluddin
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Lautan Masa Depan Kita

Next Post

Topan Wutip Menyebabkan Lima Orang Tewas di Vietnam Tengah

Postingan Terkait

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

22 Oktober 2026
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

22 Oktober 2026

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

Fenomena El Niño Kali Ini Sangat Masif Layaknya Bola Penghancur

Super Typhoon Champi Approaches Eastern Taiwan

Next Post
Wutip Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah di Dekat Pulau Hainan Cina

Topan Wutip Menyebabkan Lima Orang Tewas di Vietnam Tengah

TERBARU

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

AmsiNews

REKOMENDASI

ABK Indonesia yang Bekerja di Berbagai Negara Dipulangkan ke Tanah Air

Angin Kencang, Tanah Longsor dan Banjir Melanda Sejumlah Daerah

Kapal Migran Menabrak Karang di Pantai Italia, 60 Tewas

World Migratory Bird Day 2025 Untuk Menjadikan Kota dan Komunitas yang Ramah Burung

Bibit Siklon Tropis dan Monsun Asia Menguat, Berpotensi Cuaca Ekstrem

Banjir di Kabupaten Landak Meluas, Rendam 12 Desa

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.