Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Berada di Garis Khatulistiwa Indonesia Rentan Jatuhnya Sampah Antariksa

redaksi
16 Juni 2025
Kategori : Berita
0
Serpihan Roket yang Jatuh di Kalimantan Barat Milik China National Space Administration

Serpihan roket Long March 5B (CZ-5B) itu milik China National Space Administration (CNSA) jatuh di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. FOTO: LAPAN.GO.ID

Darilaut – Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa sangat rentan terdampak jatuhnya space debris atau sampah antariksa.

Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, Indonesia rentan terdampak kejatuhan sampah antariksa karena posisinya yang berada di sekitar garis khatulistiwa.

“Indonesia memiliki wilayah geografi yang sangat luas dan berada di jalur lintasan orbit satelit dan space debris. Itu sebabnya pemantauan space debris harus menjadi prioritas nasional,” ujarnya dalam talkshow bertema Space Situational  Awareness di ajang pameran Indo Defence Expo & Forum ke-10, Selasa (11/6).

Thomas mencontohkan, sejak tahun 1981 setidaknya telah terjadi enam kali jatuhnya serpihan roket ke wilayah Indonesia, termasuk di Gorontalo (1981), Lampung (1988), Bengkulu (2003), Madura (2016), Sumatera Barat (2017), dan Kalimantan (2021–2022).

Fragmen tersebut merupakan bagian dari roket milik Uni Soviet, China, hingga Amerika Serikat.

Untuk itu, BRIN melalui Pusat Riset Antariksa terus memperkuat sistem identifikasi dan pemantauan space debris atau sampah antariksa yang semakin mengancam keamanan satelit, termasuk milik Indonesia.

Menurut Thomas kepadatan obyek antariksa di orbit yang terus meningkat menjadi isu global yang harus diantisipasi sejak dini.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINSampah AntariksaThomas Djamaluddin
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Lautan Masa Depan Kita

Next Post

Topan Wutip Menyebabkan Lima Orang Tewas di Vietnam Tengah

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

7 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post
Wutip Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah di Dekat Pulau Hainan Cina

Topan Wutip Menyebabkan Lima Orang Tewas di Vietnam Tengah

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Menteri Susi: Kita Tidak Mau Omong-omong Saja

Mulai 20 Februari Kapal Tak Gunakan AIS Kelas B Dikenai Sanksi

Perlu Upaya Serius Membangun Daerah Terdepan Melalui Dana Insentif Riset

Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia

Repatriasi 225 ABK Indonesia di Kapal Pesiar MSC Magnifica

Dermaga Pelabuhan Mamuju Bergeser Karena Gempa

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.