Minggu, April 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jejak 303 Hari Kemunculan Hiu Paus di Botubarani, Teluk Tomini

Novita J. Kiraman
4 November 2025
Kategori : Berita
0
Jejak 303 Hari Kemunculan Hiu Paus di Botubarani, Teluk Tomini

Interaksi hiu paus di perairan Botubarani, Gorontalo. FOTO: SUKIRMAN TILAHUNGA

Darilaut.id – Di perairan biru yang tenang di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, seekor raksasa laut jinak kembali menampakkan diri. Hiu paus (Rhincodon typus), ikan terbesar di dunia yang bagi masyarakat lokal dikenal dengan nama munggiyango hulalo, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Gorontalo, Teluk Tomini.

Setiap kali tubuhnya yang berkilau di bawah sinar matahari muncul ke permukaan, masyarakat dan wisatawan dibuat takjub. Fenomena ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga kisah tentang bagaimana manusia dan laut saling menjaga keseimbangan satu sama lain.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) Orca Botubarani, Olis Latief, menjadi saksi hidup perjalanan panjang hiu paus di kawasan ini. Ia masih mengingat jelas saat hiu paus sempat menghilang dari perairan Botubarani.

“Hiu paus ini di tahun 2016 sempat menghilang selama tiga bulan karena munculnya paus orca, tapi setelah itu muncul lagi dan sampai sekarang masih sering terlihat,” ujar Olis.

Kemunculan paus Orca ini, bukan menjadi yang pertama. Menurut Olis, tahun 2017 paus Orca pernah berada dekat pantai Botubarani, dengan jumlah tiga ekor, dua besar dan satu kecil. Paus Orca berukuran kecil adalah bayi Orca.

Kemudian tahun 2019 muncul kembali. Setelah lama tak menampakkan diri, tahun 2024 tepatnya tanggal 24 Mei, dua paus orca (paus pembunuh) terlihat di perairan Botubarani, di lokasi wisata minat khusus hiu paus.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: BotubaraniHiu Pausteluk tominiWhale Shark
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Topan Kalmaegi Menghantam Sejumlah Wilayah Daratan Filipina

Next Post

Gempa Kuat M6,2 Guncang Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

Postingan Terkait

Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026
Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

19 April 2026

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Next Post
Gempa Kuat M6,2 Guncang Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Kuat M6,2 Guncang Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

TERBARU

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

AmsiNews

REKOMENDASI

Paus Rice, Spesies Baru dan Langka

Biaya Sebenarnya Akibat Bencana 10 Kali Lebih Tinggi

Lokasi Tenggelam Kapal MV Nur Allya Ditemukan Tim KNKT dan Geologi Kelautan

Anak Krakatau Erupsi dan Tertutup Kabut

Kajian BMKG-UGM, Penyebaran Covid-19 Karena Interaksi Sosial

Prodi Ilmu Kelautan Unsrat Dalam Proses Akreditasi Internasional

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.