Darilaut – Berbagai data dan informasi sangat penting untuk bisa mengelola bendungan, banjir dan pembangkit listrik tenaga air. Kita membutuhkan data air, observasi air, dan sistem informasi yang lebih baik.
”Bagaimana Anda bisa mengelola bendungan, banjir, atau pembangkit listrik tenaga air jika Anda tidak memiliki informasi atau data? Anda tidak bisa,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Celeste Saulo, pada pertemuan tingkat tinggi Dialog Baku tentang Air dan Aksi Iklim di COP30 di Belem, Brasil.
”Anda buta terhadap risiko kehidupan, mata pencaharian, dan perekonomian,” kata Saulo, mengutip siaran pers WMO.
Dialog Baku diluncurkan pada COP29 tahun 2024 sebagai platform yang mempromosikan kolaborasi dan inisiatif yang mengatasi tantangan air dan mempercepat solusi untuk krisis air.
Dialog ini bertujuan untuk memastikan fokus yang konsisten pada air dan interaksinya dengan perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, polusi, dan penggurunan, serta berfokus pada aksi di tingkat internasional, regional, dan DAS.
“Air terlalu penting untuk diabaikan begitu saja dalam agenda iklim. Dialog Baku memastikan bahwa air mendapatkan perhatian yang telah lama layak diterimanya,” ujar Presiden COP29 pada acara tersebut pada 11 November yang diselenggarakan bersama dengan Presidensi COP30 dan didukung oleh WMO, Program Lingkungan PBB (UNEP), dan Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE).




