Darilaut – Wilayah Provinsi Gorontalo berada di lokasi ekosistem karst yang di dalamnya telah beradaptasi bakteri-bakteri selama ribuan tahun dengan kondisi ekstrem.
Makhluk hidup terkecil bersel tunggal berada di bawah permukaan tanah karst yang keras. Di balik batu kapur bakteri ini mampu membantu tanaman bertahan hidup dan bahkan tumbuh subur.
Lanskap karst Gorontalo tampak tandus dan berbatu. Namun tersimpan kekayaan mikrobiologis yang luar biasa. Bakteri-bakteri kecil itu berproses dan mengembangkan kemampuan biokimia yang bernilai tinggi bagi manusia.
Kondisi fisik yang sebagian tak kasat mata itu memiliki sebuah tanda adanya hubungan ekologis untuk pertanian berkelanjutan.
Ekosistem karst terbentuk dari batuan karbonat seperti batu kapur (limestone) yang secara perlahan terlarut oleh air hujan selama jutaan tahun. Hasilnya adalah lanskap unik berupa gua, lembah, dan bukit-bukit berbatu yang khas. Ekosistem karst tersebar luas — termasuk di Gorontalo, Sulawesi.
Sejumlah peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) masing-masing Yuliana Retnowati, Novri Youla Kandowangko, Abubakar Sidik Katili, Wawan Pembengo telah mengindentifikasi mikroorganisme di Bukit Bangga di daerah pesisir Bangga Bubaa, Kabupaten Boalemo, Bukit sekitar Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan Bukit Pantai Oluhuta di Kabupaten Bone Bolango. Sampel tanah rizosfer dikumpulkan dari kedalaman tanah 15-30 cm.




