Minggu, Oktober 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Laut Maluku Memiliki Kondisi Geologi yang Rumit dan Intensitas Kegempaan Sangat Tinggi

redaksi
3 April 2026
Kategori : Berita
0
Laut Maluku Memiliki Kondisi Geologi yang Rumit dan Intensitas Kegempaan Sangat Tinggi

Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi dan Lokasi Pusat Gempa Bumi. GAMBAR: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Darilaut – Gempa bumi magnitudo (M)7,6  di dekat Pulau Batang Dua, Laut Maluku, mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, mengatakan Laut Maluku dan sekitarnya dipengaruhi oleh sistem subduksi ganda yang menunjam ke kedua arah yang berlawanan, yaitu ke arah barat ke Kepulauan Sangihe dan ke arah timur ke Kepulauan Halmahera.

Dengan kondisi tersebut, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, membuat perairan ini memiliki kondisi geologi yang rumit dan intensitas kegempaan yang sangat tinggi.

Konsekuensi pergerakan lempeng tektonik ke kedua arah tersebut, telah menghasilkan proses pelelehan sebagian lempeng yang menunjam, sehingga memunculkan rangkaian gunung api di kedua sisi, yaitu di Kepulauan Sangihe dan di Kepulauan Halmahera, kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 2 April 2026 tersebut, berasosiasi dengan aktivitas zona subduksi ganda ini, yang seringkali disebut sebagai Zona Subduksi Ganda Punggungan Mayu.

Berdasarkan kondisi geologinya, wilayah terdampak tersusun oleh litologi batuan gunung api berumur Tersier hingga Kuarter, batuan sedimen dan karbonat berumur Tersier hingga Kuarter serta endapan alluvium berumur Holosen.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gempa Laut MalukuLaut MalukuPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gempa Laut Maluku Berasal Dari Aktivitas Subduksi Ganda Punggungan Mayu

Next Post

Nelayan Gorontalo Kembali Tangkap Tuna Sirip Biru di Laut Maluku

Postingan Terkait

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

25 Oktober 2026
6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

25 Oktober 2026

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Next Post
Nelayan Gorontalo Kembali Tangkap Tuna Sirip Biru di Laut Maluku

Nelayan Gorontalo Kembali Tangkap Tuna Sirip Biru di Laut Maluku

TERBARU

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Dirjen Perikanan Tangkap: Ikan Harus Dimanfaatkan Secara Optimal dan Berkelanjutan

Restorasi Sungai dan Lahan Basah Diluncurkan pada Konferensi Air PBB

Memulihkan Ekosistem Mangrove yang Hilang

Banjir Melanda Banyumas dan Kendal

Bakamla dan US Coast Guard Bahas Keselamatan Maritim

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Masyarakat Diminta Taat Protokol Kesehatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.