Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

redaksi
20 April 2026
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Ilustrasi kapal pengolah sampah. GAMBAR: BRIN

Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini sedang mengembangkan kapal pengolah sampah.

Menurut periset Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Daud Saputra Amare Sianturi, pengembangan kapal pengolah sampah sebagai solusi pengelolaan sampah terpadu di kawasan pesisir dan pulau kecil.

Daud menjelaskan persoalan sampah di wilayah kepulauan, seperti Kepulauan Seribu, memiliki kompleksitas tinggi. Sumber sampah berasal dari aktivitas domestik, sektor pariwisata, hingga sampah kiriman (marine debris) dari daratan.

Dengan timbulan sampah mencapai sekitar 3 hingga 4 ton per hari serta keterbatasan lahan, penerapan teknologi pengolahan sampah konvensional menjadi semakin sulit.

Ada tiga sumber sampah di Kepulauan Seribu, yaitu dari domestik, pariwisata, dan kiriman atau marine debris. Dengan keterbatasan lahan, penggunaan teknologi pengolahan sampah konvensional menjadi isu yang sangat riskan, kata Daud, Rabu (15/4).

Berbagai solusi konvensional seperti insinerator maupun sistem pengelolaan berbasis darat belum mampu menjawab permasalahan secara menyeluruh. Selain keterbatasan ruang, faktor penerimaan masyarakat dan tingginya biaya operasional juga menjadi tantangan utama.

“Banyak masyarakat menolak karena khawatir terhadap dampak pengolahan sampah di darat, seperti bau atau potensi penyakit,” ujar Daud, seperti dikutip dari Brin.go.id.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINKapal Pengolah SampahPesisir dan Pulau-pulau Kecil
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

Next Post

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
Menikmati Panorama Atol Pulo Cinta Gorontalo

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia – Malaysia Bahas Penangkapan Kapal Ikan

Ilmuwan Temukan Terumbu Karang Tinggi Setengah Kilometer di Australia

Prof Aprilani Soegiarto: Pioner Oseanografi dan Ilmu Kelautan di Asia Tenggara

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Banyak Ekotipe Paus Orca

Bioprospeksi Moluska untuk Obat-obatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.