Darilaut – Sebanyak 60.000 ekor benih ikan nilem dan tawes dilepas ke habitat alami di Sungai Poigar dan anak Sungai Mondaton, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada Kamis (30/4).
Kegiatan dalam rangkaian memperingati Hari Bumi 22 April 2026 tersebut digelar Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Sam Ratulangi (ISKU) bersama Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Pemerintah Desa Nanasi Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow, serta Kelompok Tani Hutan Serasi.
Ketua Harian ISKU, Jerry Kojansow, mengatakan, ikan Nilem dan Tawes merupakan bagian dari kekayaan hayati lokal Kabupaten Bolaang Mongondow yang perlu dijaga dan dilestarikan.
“Ikan Nilem dan Tawes adalah bagian dari kekayaan alam Kabupaten Bolaang Mongondow yang harus kita lindungi,” ujar Jerry.
Menurut Jerry restocking spesies asli ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2020 tentang larangan pemasukan, pembudidayaan, peredaran, dan pengeluaran jenis ikan yang membahayakan dan merugikan ekosistem Indonesia.

“Saya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Desa Nanasi, BPBAT Tatelu, dan Kelompok Tani Hutan Serasi. Melalui kerja sama yang sangat baik, hari ini kita bersama-sama melepasliarkan benih ikan Nilem dan Tawes ke habitat aslinya,” ujarnya.



