Darilaut – Peristiwa El Niño dapat memberikan dampak di berbagai sektor, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, kehutanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), informasi iklim perlu menjadi dasar pengambilan keputusan agar setiap sektor dapat melakukan langkah antisipasi sebelum risiko berkembang menjadi bencana.
El Niño merupakan tantangan yang berdampak pada berbagai sektor pembangunan nasional.
Membangun ketahanan menghadapi El Niño memerlukan kesiapsiagaan lintas sektor yang didukung oleh “informasi iklim yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
Hal ini disampaikan dalam Dialog Nasional bertajuk “Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Niño Kuat” yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, pada Selasa (4/8). Forum ini menjadi ruang memperkuat langkah mitigasi antarpemangku kepentingan.
BMKG mencatat El Niño saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi menjadi kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September.
BMKG menjelaskan bahwa El Niño bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi bersamaan.




