Sabtu, Oktober 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

redaksi
16 September 2026
Kategori : Kajian
0
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Zulkifli Tanipu, M.A.,Ph.D. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Zulkifli Tanipu, M.A.,Ph.D., Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo

Banyak orang mengira kefasihan berbahasa Inggris ditentukan oleh jumlah kosakata yang dimiliki. Karena itu, tidak sedikit pelajar yang menargetkan menghafal puluhan kata baru setiap minggu.

Padahal, ketika kita mendengar penutur bahasa Inggris berbicara secara alami, mereka justru lebih sering menggunakan ungkapan yang sudah menjadi satu kesatuan daripada menyusun kalimat dari kata demi kata.

Coba perhatikan percakapan sehari-hari. Ungkapan seperti I think, as a result, on the other hand, atau at the end of the day muncul berulang kali.

Penutur tidak berhenti untuk memilih setiap kata secara terpisah. Mereka mengambil seluruh rangkaian kata itu sekaligus, sehingga pembicaraan mengalir lebih cepat dan terdengar lebih alami.

Inilah yang dalam kajian bahasa disebut formulaic language atau ungkapan yang diproses sebagai satu unit makna.

Masalahnya, pembelajaran bahasa Inggris di kelas masih sering berpusat pada kata tunggal. Siswa diminta menghafal arti sebuah kata, tetapi jarang mempelajari bagaimana kata itu terhubung dan digunakan bersama kata-kata lain.

Akibatnya, mereka mengenal banyak kosakata, tetapi tetap bingung ketika harus menyusun kalimat yang terdengar wajar. Mereka tahu arti take dan care, tetapi belum tentu terbiasa menggunakan take care of. Mereka memahami make dan decision, tetapi masih ragu mengucapkan make a decision secara spontan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Fakultas Sastra dan Budaya UNGPembelajaran Bahasa InggrisUNGUniversitas Negeri GorontaloZulkifli Tanipu PhD
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM, Mendiktisaintek: Kemudahan Akses Informasi Harus Diimbangi Kemampuan Berpikir Kritis

Next Post

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

Postingan Terkait

Pantarlih Dalam Mutarlih

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

30 Oktober 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Haruskah Bahasa Indonesia Dilarang di Kelas Bahasa Inggris?

29 Oktober 2026

Siti Hajar: Ratu Zamzam

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Next Post
Tim SAR Temukan Bangkai KMP Virgo Transport 8  Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 113 Orang Telah Dievakuasi

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

Karya Pramoedya Ananta Toer Menyajikan Perspektif Sejarah Berbeda

Roket Pendorong China Masuk Kembali ke Bumi

Pemicu Tanah Longsor di Natuna Karena Hujan Ekstrem dan Kemiringan Lereng

World Oceans Day, Karang Dunia Sedang Mengalami Pemutihan Masal

Siklon Tropis Fytia Menyebabkan Kehancuran di Madagaskar

Provinsi Gorontalo Status Siaga Kekeringan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.