Darilaut – Banyak lahan yang tidak dimanfaatkan akibat terdampak banjir rob selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya, di pesisir Kasepuhan, Batang, Jawa Tengah.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan lahan bekas terdampak banjir rob di pesisir Kasepuhan, menjadi lahan produktif melalui pengembangan ekosistem Mina Salin.
Mina Salin memadukan varietas padi biosalin, ikan nila salin, dan rumput laut dalam satu hamparan. Pengelolaannya juga memanfaatkan energi terbarukan.
Kepala BRIN Arif Satria turut melakukan panen raya padi biosalin dan ikan nila salin di Lahan Padi Biosalin Sicepit, pada Sabtu (19/9).
Selama enam tahun, lahan di kawasan tersebut tidak dapat ditanami akibat banjir rob. Kondisi itu turut menurunkan produktivitas padi di wilayah pesisir Batang dari sekitar 8 ton menjadi 3 ton per hektare.
“Kita coba bangkitkan lahan-lahan marginal itu menjadi lahan yang produktif untuk produksi bahan pangan pokok, produksi protein hewani. Jadi saya kira ini kombinasi yang bisa menyelesaikan masalah pangan di Indonesia,” ujar Arif.
Arif menjelaskan bahwa di sepanjang kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa, termasuk di kawasan Kasepuhan, dampak banjir rob dirasakan selama beberapa tahun. Sehingga banyak lahan yang tidak dimanfaatkan.



