Namun, sejak Oktober 2025, BRIN bersama Kementerian Pertanian, PT Perusahaan Gas Negara, dan pemerintah daerah setempat memperkuat ekosistem Mina Salin tersebut di lahan seluas 32,26 Hektare.
Adapun varietas padi hasil riset BRIN yang ditanam ialah Varietas Biosalin Agritan 1 dan Biosalin Agritan 2, yang dapat menghasilkan produktivitas 6 sampai 7 ton per hektare di Kelurahan Kasepuhan.
Ketika kadar garam atau salinitasnya terlalu tinggi untuk padi, maka para petani dapat mengalihkan lahan untuk rumput laut dan nila salin sehingga tidak ada petak yang menganggur.
Diversifikasi usaha pada satu hamparan ini bisa membuat adanya multiple income dan juga multiple product, dan ”saya kira ini sebuah solusi bagi masyarakat yang memang saat ini terkena bencana rob,” kata Arif, seperti dikutip dari Brin.go.id.



