Sejak Januari 2022, menurut ReCAAP ISC terjadi 10 insiden. Di antara kejadian tersebut, tujuh insiden terjadi di jalur timur dari Traffic Separation Scheme (TSS), satu insiden di jalur barat, satu insiden di area pencegahan dan satu insiden di luar TSS.
Dari tujuh insiden, empat insiden terjadi di Nongsa Point, Pulau Batam (Indonesia) pada tanggal 8, 16, 17 dan 18 Februari.
Tiga insiden lainnya terjadi di lepas pantai Tanjung Pergam, Pulau Bintan (Indonesia) pada 8 Januari dan 12 Februari.
Dari 10 insiden, dua insiden melaporkan para pelaku bersenjatakan pisau. Namun, tidak ada laporan tentang penggunaan pisau untuk mengancam atau melukai awak kapal.
Tidak ada awak kapal yang terluka di semua insiden tersebut.
Namun, suku cadang mesin dicuri dalam satu insiden. Sementara tidak ada yang dicuri dalam delapan insiden lainnya.
ReCAAP ISC menyarankan agar semua kapal meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kewaspadaan saat transit area. Terutama pada malam hari dengan mengadopsi langkah-langkah pencegahan dan segera melaporkan semua kejadian ke negara pantai terdekat.
Nakhoda dan awak kapal juga disarankan untuk mengakses informasi terbaru di www.recaap.org, mendengarkan nasihat dan siaran navigasi yang diumumkan oleh negara-negara pesisir.





Komentar tentang post