“BMKG akan memasuki era baru dengan membangun Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi (Indonesia Earthquake Early Warning System-InaEEWS). Sistem ini akan memberikan informasi lebih dini sebelum gempa kuat melanda suatu kawasan,” kata Dwikorita.
Sistem ini, kata Dwikorita, tidak bertujuan untuk meramal kapan terjadi gempa besar, tetapi lebih kepada memberi peringatan kepada masyarakat bahwa akan terjadi gempa kuat dalam hitungan beberapa detik hingga beberapa puluh detik ke depan.
Peringatan dini gempa meskipun dalam hitungan detik sebelum terjadi gempa, akan sangat berarti untuk menyelamatkan jiwa manusia dari kecelakaan yang fatal.
Menurut Kepala Pusat Gempa dan Tsunami, Rahmat Triyono, konsep dasar EEWS menggunakan “end to end system” yang mampu memberikan peringatan dini gempa kuat kepada masyarakat. EEWS mencakup 3 sistem.
Pertama, sistem monitoring yang mendeteksi gempa bumi di hulu, kedua adalah system automatic processing yang mengolah data secara cepat, dan ketiga adalah sistem diseminasi penyebarluasanan informasi/peringatan dini di hilir, ditujukan kepada masyarakat yang disertai saran untuk menyelamatkan diri.
EEWS merupakan sistem deteksi dini gempa kuat dengan mekanisme memberikan peringatan dini berdasarkan prediksi waktu tiba gelombang S yang berpotensi menimbulkan guncangan signifikan dengan memanfaatkan gelombang P untuk memberikan Sinyal warning, dari sensor EEWS ini akan dikirimkan melalui ke InaEEWS Center (BMKG).





Komentar tentang post