Seiring dengan perubahan iklim, krisis ini juga dipicu oleh urbanisasi yang tidak terkendali, pertumbuhan penduduk yang pesat, polusi dan pengembangan lahan.
Kekurangan air telah mempengaruhi segala hal mulai dari ketahanan pangan hingga keanekaragaman hayati. Kekurangan air tersebut di tahun-tahun mendatang akan menjadi lebih umum.
Pada tahun 2025, diperkirakan sebanyak 1,8 miliar orang akan menghadapi apa yang disebut oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) sebagai “kelangkaan air mutlak” dan dua pertiga populasi global diperkirakan akan bergulat dengan kekurangan air.




