Per 30 Juni 2025, secara kumulatif terdapat 3.099 kasus terkait iklim yang telah diajukan di 55 yurisdiksi nasional dan 24 pengadilan, tribunal, atau badan kuasi-yudisial internasional atau regional.
Hal ini melanjutkan tren kasus terkait iklim yang diajukan pada tahun 2022 (2.180 kasus), 2020 (1.550 kasus), dan 2017 (884 kasus).
Meskipun kasus dari negara-negara berkembang masih kurang dari 10 persen pada tahun 2025, porsinya terus meningkat.
Sejak kasus litigasi iklim pertama yang tercatat hampir empat dekade lalu, bidang ini terus berkembang.
Litigasi kini mencakup hampir semua aspek tata kelola iklim, dan pola serupa muncul dalam litigasi terkait krisis seperti keanekaragaman hayati dan polusi.

Laporan ini menyoroti keputusan-keputusan penting dari seluruh dunia, termasuk Advisory Opinion of the International Court of Justice yang bersejarah dan terbaru, yang memperjelas kewajiban negara-negara dalam menangani perubahan iklim.
Pengadilan semakin mengakui dasar ilmiah untuk klaim terkait iklim, termasuk melalui ilmu atribusi yang menghubungkan peristiwa cuaca ekstrem tertentu dengan emisi gas rumah kaca. Putusan-putusan ini membantu mendefinisikan norma dan kewajiban global.
Pada saat yang sama, laporan ini juga mengidentifikasi peningkatan litigasi anti-iklim, dengan gugatan hukum yang bertujuan untuk menderegulasi perlindungan lingkungan atau menurunkan prioritas isu-isu lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan dalam investasi.




