“Iota karagenan, polisakarida sulfat dari rumput laut merah juga teridentifikasi dapat menghambat pertumbuhan virus Covid-19,” ujarnya.
Teripang
Selain rumput laut, Ratih menjelaskan mengenai teripang yang merupakan sumber pangan laut yang terdiri dari 1.716 spesies dengan populasi tertinggi berada di Asia Pasifik.
Indonesia merupakan eksportir tertua dan terbesar teripang di dunia. Terdapat 350 teripang yang teridentifikasi ada di Indonesia, 26 di antaranya memiliki nilai ekonomi.
Kandungan teripang terdiri dari asam amino, kolagen, omega tiga dan enam, mineral esensial, dan lain-lain.
Dalam proses pasca panen menjadi tantangan tersendiri dalam pemanfaatan budidaya teripang, agar tidak terjadi kerugian.
“Lima hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pasca panen teripang yakni membersihkan lapisan kapur, mendidihkan, membersihkan jeroan, mengasinkan, dan mengeringkan,” kata Ratih.
Selain itu, menurut Ratih, tantangan dalam budidaya teripang adalah pengemasannya agar tidak rusak.
Untuk itu Ratih dan tim sedang mengembangkan pengemasan teripang dalam bentuk kering.
Selain itu, diperlukan sebuah budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan menggunakan Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA).
“IMTA menggabungkan teknologi budidaya polikultur yang dapat memberikan produktivitas yang lebih baik, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan penghasilan petani,” kata Ratih.





Komentar tentang post